Kamis , Juni 24 2021

Banyak Mengaku Tidak Tahu di Persidangan, Staf Minta Mursini Jangan Berbohong

Bupati Kuantan Singingi, Mursini.
Bupati Kuantan Singingi, Mursini.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Mursini banyak mengatakan tidak tahu atas dugaan kasus korupsi anggaran 6 kegiatan di Sekretariat Daerah Kabupaten yang dia pimpin.

Hal tersebut sebagaimana dilontarkannya saat menjawab pertanyaan yang dilontarkan Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (3/12/2020). Dalam kesaksiannya Bupati Kuansing nonaktif ini banyak mengaku tidak tahu dan lupa.

Mursini hadir langsung ke persidangan dengan majelis hakim yang dipimpin Afrizal. Sidang sendiri digelar secara virtual, di mana Jaksa Penuntut Umum (JPU), Roni Syahputra hadir di persidangan sedangkan terdakwa berada di Lapas Kuansing.

Mendengar Mursini terus mengaku tidak tahu, terdakwa Verdy Ananta yang merupakan Bendahara Pengeluaran Rutin Setdakab Kuansing, tidak bisa menahan emosinya.

Dengan suara tertahan menahan tangis, dia meminta agar Mursini berkata jujur kalau pernah memerintahkan dirinya mengambil uang dan mengantarkan kepada seseorang di Batam.

“Pikirkanlah nasib kami pak. Jangan jadi pemimpin yang lempar batu sembunyi tangan. Bapak tidak memikirkan saya dan keluarga saya. Kami di sini susah, badan gatal-gatal. Sementara bapak menyampaikan kebohongan di persidangan. Bagaimana perasaan bapak kalau di posisi kami,” tutur terdakwa Verdi.

Atas pertanyaan terdakwa Verdy itu, Mursini memilih tidak memberikan jawaban.

“Saya tidak bisa jawab,” ucap Mursini.

Verdi kembali mempertanyakan terkait perintah Mursini kepada terdakwa M Saleh untuk menyuruh dirinya datang ke mesjid. “Bapak ingat gak, menyuruh saya ke mesjid untuk mengambil uang Rp150 juta dan mengantarkannya untuk biaya pengobatan istri bapak,” tanya Verdy.

Namun, Mursini kembali menyatakan tidak pernah meminta terdakwa Verdy mengantarkan uang.

“Tidak pernah,” ucapnya singkat.

Tidak lagi bisa menerima kebohongan, terdakwa Verdy mendoakan Mursini dengan hal buruk. Namun hakim mengingatkannya untuk berdoa yang baik.

“Jangan doakan yang buruk-buruk. Doakan yang baik-baik agar dia (Mursini) dibukakan hatinya,” ingat hakim.

Mursini juga membantah pertanyaan yang diajukan terdakwa Muharlius terkait perintah agar memberikan uang untuk anggota dewan, biaya berobat ke Malaka.

“Tidak pernah,” kata Mursini.

Melansir Cakaplah, dugaan korupsi berawal dari enam kegiatan di Sekretariat Pemkab Kuansing tahun 2017. Saat itu, Muharlius menjadi Plt Sekda sekaligus pengguna anggaran bernilai Rp13 miliar lebih.

Kegiatan pertama adalah dialog bersama tokoh masyarakat ataupun organisasi masyarakat, kedua penerimaan kunjungan pejabat negara, dan ketiga biaya rapat koordinasi musyawarah pimpinan daerah.

Kegiatan keempat adalah rapat koordinasi pejabat daerah, kelima kegiatan kunjungan kerja kepala daerah dan wakil serta keenam penyediaan makanan dan minuman.

Dalam pelaksanaannya, penggunaan anggaran semua kegiatan tidak sesuai peruntukkan. Hal ini berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di mana ada Rp10,4 miliar diselewengkan dan mengalir ke Mursini, anggota dewan, Wakil Bupati Halim dan Ketua DPRD.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: