Minggu , Mei 9 2021

Corina, Harimau Sumatera Dilepas ke Hutan Riau Setelah Dirawat 9 Bulan Akibat Terkena Jeratan

Harimau

Pekanbaru (Riaunews.com) – Seekor harimau Sumatera yang diberi nama Corina, akhirnya dilepasliarkan ke hutan kawasan Restorasi Ekosistem Riau, setelah selama lebih kurang sembilan bulan dirawat akibat terkena jeratan.

Kepala Balai Besar KSDA Riau Suharyono, kepada wartawan di Pekanbaru, Ahad (20/12/2020), mengatakan saat ini kondisi Corna dalam keadaan sehat.

“Hari ini pukul 09.00 WIB telah dilakukan pelepasliaran Corina ke habitatnya,” kata Suharyono, Ahad (20/12).

Dijelaskannya, pelepasliaran dipimpin langsung oleh Dirjen KSDAE Kementerian LHK Wiranto. Sementara penentuan lokasi dilakukan berdasarkan hasil kajian kesesuaian habitat oleh tim pakar.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan para pihak,” katanya.

Corina juga dipasangi GPS collar dengan satelit iridium untuk keperluan pemetaan wilayah jelajahnya.

Setelah dilepasliarkan, Corina diharapkan bisa bertahan di hutan. Selain itu, Corina diharapkan dapat berkembang biak agar populasi harimau Sumatera meningkat.

“Kami juga berharap, semakin banyak satwa yang terselamatkan dan tidak ada lagi satwa yang mati atau terluka akibat jerat. Dukungan para pihak dalam penyelamatan satwa liar sangat diperlukan karena upaya konservasi harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Corina sebelumnya menjalani perawatan selama sembilan bulan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), Sumatera Barat.

Pada 28 Maret 2020 silam, BKSDA Riau mendapatkan informasi ada harimau yang terjerat di area Estate Meranti, Teluk Meranti, Pelalawan.

Saat ditemukan kondisi kaki kanan harimau berjenis kelamin betina tersebut mengalami luka yang sangat serius.

Karena kondisinya memburuk, Corina akhirnya dititipkan ke PRHSD untuk dilakukan perawatan yang intensif. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diperkirakan Corina berusia sekitar 3 tahun dengan berat badan 77,8 kg.***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: