Kamis , Oktober 28 2021

Dilaporkan Putri Musjwira JK, Ferdinand Hutahaean Sebut Chaplin Bukan Jusuf Kalla, Lalu Siapa?

Ferdinand Hutahean
Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke polisi oleh putri Jusuf Kalla, Musjwira JK, atas dugaan pencemaran nama baik.

Jakarta (Riaunews.com) – Ferdinand Hutahaean dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Putri Wapres ke-12 Jusuf Kalla (JK), Musjwira JK. Laporan itu terkait cuitan Ferdinand soal ‘Chaplin’ di media sosial. Lalu siapa yang dimaksud ‘Chaplin’ yang dimaksud Ferdinand?

“Wah Caplin itu yang jelas bukan Pak JK. Sudah saya konfirmasi berkali-kali di media baik TV maupun radio, bahkan dengan Husein Abdullah jubir Pak JK berkali-kali nanya kepada saya apakah itu Pak JK? Saya jawab tidak. Jadi cuitan saya tidak ada hubungannya dengan Pak JK sama sekali seperti yang saya sampaikan berkali-kali,” kata Ferdinand kepada wartawan, Rabu (2/12/2020).

Cuitan Ferdinand yang dilaporkan karena menyinggung terkait agenda politik 2024. Berikut ini tulisannya:

Hebat jg si Caplin, bawa duit sekoper ke Arab, bayar ini itu beres semua. Agenda politik 2022 menuju 2024 sdh dipanasi lebih awal. Tampaknya Presiden akan sgt disibukkan olh kegaduhan rekayasa caplin demi anak emasnya si asu pemilik bus edan.

Ferdinand juga menegaskan bahwa ‘Chaplin’ dalam cuitannya itu tidak ada kaitannya dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Dia meminta agar hal itu tidak dikaitkan.

“Caplin itu juga tak ada hubungan dengan kepulangan Rizieq Sihab, kenapa dikait-kaitkan? Caplin ya Caplin lah,” katanya.

Ferdinand Hutahaean kemudian menjelaskan uang sekoper dalam cuitannya itu. Dia mengatakan ‘Chaplin’ yang dia maksud adalah seorang yang menyiapkan diri untuk Pilpres 2024.

“Duit sekoper itu kan hanya kiasan tentang logistik, masa iya ada seseorang yang bisa bawa duit dari Indonesia ke Arab sekoper? Kaitannya dengan pemilu, bahwa kondisi Pilpres akan datang lebih awal kan benar, bahwa sekarang orang sibuk bicara tentang Pilpres 2024,” sebut Ferdinand.

Ferdinand mengaku ‘Chaplin’ yang dia tulis masih menjadi analisanya. Sehingga dia belum mengetahui siapa si ‘Chaplin’ itu.

“Nah kaitannya ada seseorang yang saya belum tau siapa tampaknya punya logistik banyak sedang menyiapkan sesuatu untuk Pilpres 2024. Seseorang ini yang saya sebut Caplin. Masa tidak boleh?” jelasnya.

Saya kan sudah bilang, seseorang yang saya belum tahu siapa, tapi analisa saya menyatakan bahwa seseorang ini punya logistik besar dan sedang menyiapkan sesuatu untuk Pilpres 2024. Jadi apa yang mau saya bocorkan? Namanya saja seseorang yang saya belum tahu tapi dugaan saya, analisa saya punya logistik besar. Ini terlihat dari banyaknya gerakan-gerakan yang sudah menjurus Pilpres 2024,” sambungnya.

Ferdinand mengatakan dirinya masih mengamati ‘Chaplin’ yang dia maksud. Pengamatan, kata Ferdinan terus ia lakukan.

“Sampai sekarang pun, saya masih terus mengamati siapa pemilik logistik besar ini yang saya sebut dengan Caplin tersebut,” katanya.

Sebelumnya, Ferdinand dipolisikan oleh putri Wapres ke-12 JK, Musjwira JK, atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Diketahui, duduk perkaranya dari cuitan Ferdinand Hutahaean soal ‘Chaplin’ dan menyinggung kepulangan Habib Rizieq.

“Terkait tentang tweet akun atas nama Ferdinand sama Rudi S Kamri tentang pak JK ‘ah Chaplin yang bawa uang sekoper ke Arab Saudi itu’,” kata anggota tim kuasa hukum Musjwira, Muhammad Ikhsan, saat dihubungi detikcom, Rabu (2/12).***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: