Dilarang Gubernur Terbang ke Kalbar, Ini Kata Batik Air

Pesawat Batik Air
Pesawat Batik Air

Jakarta (Riaunews.com) – Terkait dengan larangan Batik Air untuk masuk ke Pontianak selama 10 hari oleh Gubernur Kalimantan Barat, Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro enggan memberikan komentar.

“Kemudian mengenai proses dan penanganan penumpang dimaksud, dapat dikonfirmasi atau cek ke lembaga terkait,” katanya, dilansir CNN Indonesia, Jumat (25/12/2020).

Namun, dijelaskan Danang, penerbangan yang dimaksud gubernur adalah D-6220 dengan rute Jakarta melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) ke Pontianak melalui Bandar Udara Internasional Supadio di Kubu Raya, Kalimantan Barat (PNK).

Penerbangan tersebut dilakukan pada Senin (22/12/2020) lalu.

Ia menyatakan Batik Air telah menjalankan operasional sesuai aspek keselamatan, keamanan (safety first) dan memenuhi pedoman protokol kesehatan.

Untuk beberapa keadaan tertentu, Batik Air bahkan mewajibkan setiap tamu mempunyai surat izin medis sebelum penerbangan dengan menunjukkan dan melampirkan surat keterangan kelaikan terbang (fitness for air travel/ medical information) dari Kantor Kesehatan Pelabuhan serta menandatangai surat pernyataan.

Hal ini sesuai ketentuan pengangkutan penumpang dalam keadaan sakit.

“Apabila ada penumpang yang bermasalah atau yang melanggar dan tidak memenuhi ketentuan, maka itu bukan kesengajaan dari maskapai,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: