Habib Rizieq Ternyata Sudah Mengetahui Lahannya Hendak Diambil Paksa Sejak 2017

Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab pilih makanan dari keluarga selama ditahan pihak kepolisian.

Jakarta (Riaunews.com) – Habib Rizieq Shihab membeberkan fakta mencengangkan terkait lahan tempat berdirinya Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, yang kini diminta untuk dikosongkan oleh PTPN VIII.

Menurut Rizieq, tanda-tanda pesantren yang didirikannya itu bakal tergusur sudah terendus jauh-jauh hari.

Dalam sebuah video yang dibagikan akun Twitter @FKadrun, Rabu (23/12/2020), Rizieq mengungkapkan bahwa pada tahun 2017, PTPN VIII didatangi oleh sejumlah oknum yang mengaku dari Polda Jawa Barat, dan dipaksa untuk membuat laporan bahwa dirinya telah merampas tanah tersebut.

“Mereka minta PTPN untuk membuat laporan seolah-olah kita merampas tanah. Beberapa warga dipaksa untuk bikin laporan atau jadi saksi seolah-olah saya ini merampas tanah mereka,” katanya.

Dalam video tersebut, Rizieq mengklaim bahwa tanah tempat pesantrennya berdiri sudah ia beli secara resmi. Karenanya, jika akan mengambil tanah tersebut, ia minta negara mengembalikan uang yang telah dibayarkan.

Uang itu nantinya akan dipakai untuk membeli lahan di tempat lain untuk mendirikan kembali pesantren yang sama.

“Mau diambil silakan, tapi tolong kembalikan semua uang yang telah dikeluarkan oleh umat, supaya uang tersebut bisa dipakai untuk membeli tanah lain untuk membangun (pesantren) yang sama,” katanya.

Kepada para santrinya, ia menyerukan perlawanan bila sampai mereka digusur tanpa diberi ganti rugi oleh negara.

“Jangan seenaknya main rampas-rampas aja. Diam atau lawan? Diam atau lawan? Diam atau lawan?” serunya, yang disambut ‘Lawan!’ oleh para santrinya.

“Negara kalau mau ambil, silakan ambil tanah kalian. Tapi rakyat wajib untuk diberikan ganti ruginya,” sambung Rizieq.

Sebelumnya beredar surat somasi dari PTPN VIII yang ditujukan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Bogor.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: