Keberadaan Buzzer Membuat Pemerintah Tak Disukai Rakyat

Jokowi kerap mengundang para buzzer dan artis yang menjadi influencer program-program pemerintah. (Foto: Merdeka)

Jakarta (Riaunews.com) – Keberadaan buzzer yang makin marak di media sosial perlu ditertibkan. Sebab adanya buzzer di media sosial dinilai hanya menimbulkan kegaduhan yang merugikan pemerintah.

“Saya mendukung segera dibubarkan para buzzer yang membuat resah masyarakat. Selama ini mereka bikin gaduh di medsos (media sosial) seperti postingan video Abu Janda yang memplesetkan lagu Keong Racun untuk menyindir Imam Besar Habib Rizieq Shihab,” kata pegiat media sosial Darmansyah dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/11).

Salah satu bentuk penertiban buzzer, kata Darmansyah, yakni dengan penghapusan akun media sosial mereka, seperti akun Facebook, Instagram, dan Twitter. Sebab ia khawatir bila keberadaan buzzer dibiarkan, maka akan berdampak buruk bagi pemerintahan yang saat ini berkuasa.

“Dampaknya, pemerintahan Jokowi-Maruf akan tidak disukai oleh rakyat banyak,” jelasnya.

Terlebih menurut pengamatan Darmansyah, keberadaan para buzzer pembuat gaduh itu dekat dengan pemerintah. Bila dibiarkan, buzzer pro pemerintah ini bisa berbuat semaunya dengan menyerang lawan yang tidak sependapat dengan pemerintahan Jokowi.

“Selama ini para buzzer tidak ditindak. Bahkan dipanggil untuk dimintai keterangan saja terkait postingannya di medsos pun tidak pernah,” sesalnya.

“Saya meminta agar para warganet untuk beramai-ramai klik blokir akun para buzzer. Hal itu dilakukan agar pihak medsos dapat menutup selamanya para akun buzzer,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: