Kedubes Jerman: Pandemi Tak Berarti HAM dan Kebebasan Berkumpul Ditindas!

Duta Besar Jerman untuk Indonesia
Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Dr. Peter Schoof.

Jakarta (Riaunews.com) – Kata ‘Jerman’ menjadi perhatian warganet dan dibahas lebih dari 19.000 tulisan pasca datangnya diplomat Kedutaan Besar Jerman ke markas Front Pembela Islam (FPI) pada Sabtu (19/12/2020).

Sebelumnya di Twitter, Kedubes Jerman menuliskan bahwa Hak Asasi Manusia (HAM) bersifat universal dan tidak dapat ditawar.

Melalui akun resmi mereka, Kedubes Jerman menuliskan bahwa pandemi tidak berarti HAM seperti kebebasan berpendapat dan berkumpul dapat ditindas.

“Selama krisis #COVID19, semua negara harus mngambil tindakan utk melindungi kesehatan umum, namun ini tdk berarti #HAM spt kebebasan berpendapat&berkumpul dpt ditindas selama pandemi. #HAM bersifat universal & tak dpt ditawar. Demi inilah ???????? dan mitra2nya bergerak #HumanRightsDay,” tulis akun @KedubesJerman, yang dicuitkan pada 10 Desember 2020, atau tiga hari setelah peristiwa penembakan 6 Laskar FPI oleh pihak Polri.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan kedatangan diplomat Jerman ke Markas FPI.

Saat ini, Kemlu masih menunggu keterangan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman terkait kabar perwakilan diplomat mereka mengunjungi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

“Betul dan masih menunggu keterangan dari Kedubes Jerman,” ucap Juru Bicara Kemenlu RI, Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi Ahad(20/12/2020).***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: