Kenaikan Harga Cabai Merah dan Jengkol Kerek Inflasi di Riau

jengkol
Naikknya harga jengkol turut menyumbang inflasi di Riau.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada bulan November tahun 2020, Riau mengalami inflasi sebesar 0,33 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,58.

Seperti yang disampaikan Kepala BPS Riau Misfaruddin, Inflasi Tahun Kalender (Januari 2020 – Desember 2020) sebesar 1,85 persen dan Inflasi Year on Year (November 2020 terhadap November 2019) sebesar 1,89 persen.

“Dari 3 kota IHK di Provinsi Riau, semua kota mengalami inflasi yaitu Kota Pekanbaru sebesar 0,31 persen, Kota Dumai sebesar 0,37 persen dan Kota Tembilahan sebesar 0,50 persen,” ujar Kepala BPS Riau Misfaruddin, Ahad (6/12/2020).

Ia mengatakan inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya enam indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,13 persen, diikuti kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen.

“Selanjutnya adalah kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok transportasi masing-masing sebesar 0,05 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,04 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,03 persen,” Cakapnya.

Lanjut Misfaruddin, adapun komoditas yang memberikan andil kenaikan harga pada November 2020, antara lain cabai merah, ayam hidup, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras.

“Minyak goreng, rokok kretek filter, bawang putih, jengkol, pasta gigi dan tarif angkutan udara,” ucapnya.

Sementara itu, di sisi lain tiga kelompok mengalami deflasi yaitu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar -0,32 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar -0,06 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,02 persen. Sedangkan kelompok kesehatan dan kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya.

“Adapun komoditas yang memberikan andil penurunan harga, antara lain emas perhiasan, bayam, ikan nila, beras, kangkung, tarif listrik, ikan tongkol, udang basah, ikan serai, buncis dan jeruk,” katanya.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, dua puluh dua kota mengalami inflasi, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Pematang Siantar sebesar 0,64 persen, diikuti oleh Kota Jambi sebesar 0,57 persen dan Kota Tanjung Pinang sebesar 0,53 persen.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: