Kepala Bapilu DPD I Golkar Riau Ungkap Faktor Kekalahan di Pilkada

Kepala Bapilu DPD I Partai Golkar H Zulfan Heri SIP MSi

PEKANBARU (RiauNews.com)-Pilkada serentak yang digelar di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Riau masih menunggu pleno KPU terhadap perolehan suara.

Namun berdasarkan hitungan cepat dari tim pemenangan Paslon kepala daerah dapat dipastikan Golkar hanya menang di 2 Kabupaten yakni Kabupaten Kuansing dan Inhu, sementara itu di Kabupaten Pelalawan, Siak, Bengkalis, Meranti dan, Rohul, Rohil dan Kota Dumai dipastikan Paslon kepala daerah yang diusung partai berlambang pohon beringin bersama Parpol koalisi lainnya kalah.

Kepala Bapilu DPD I Golkar Riau, H Zulfan Heri, SIP, MSi mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi kenapa Paslon kepala ini mengalami kekalahan.

Pertama suara akar rumput partai Golkar pecah karena kader Golkar yang maju lebih dari satu, seperti di Bengkalis, Golkar mengusung kadernya sebagai Cabup yakni, H Indra Gunawan Eet PHd yang berpasangan dengan Ir Samsu Dalimunte. Sementara itu Kasmarni yang juga kader Golkar ikut maju. “Kondisi ini membuat suara akar rumput menjadi pecah, antara Kasmarni dan Eet,” jelas Zulfan.

Di Pelalawan terang Zulfan juga terjadi hal yang sama Adi Sukemi sebagai Cabup yang diusung Golkar harus berhadapan dengan kader Golkar lainnya Nasarudin yang maju sebagai Cawabup bersama Zukri dari PDIP, akhirnya Zukri dan Nasarudin dipastikan menang di Pilkada Pelalawan.

Di Pilkada Rohil juga seperti itu kata Zulfan lagi, Cabup Aprizal Sintong merupakan kader Golkar namun tidak diusung Golkar mampu mengalahkan Paslon Asri Auzar-Fuad Ahmad yang diusung Golkar bersama Parpol koalisi lainnya.

Faktor lainnya lanjut Zulfan minimnya persiapan logistik Paslon Golkar dan pasangan calon tidak menggunakan lembaga survey, padahal ini penting untuk mengukur kekuatan dan kelemahan Paslon maupun lawan.

Konsolidasi di internal Partai Golkar di akar rumput kata Zulfan juga tidak berjalan maksimal saat pelaksanaan Pilkada, khususnya di tingkat kecamatan dan desa atau kelurahan.

“Faktor lainnya adalah soal komunikasi antara pasangan calon dengan partai pengusung yang tidak berjalan bagus, tidak punya kesamaan sikap pandangan politik antara pasangan calon dengan partai dan tim,” kata Zulfan lagi.

Kekalahan Golkar ini lanjut Zulfan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan kedepan untuk menghadapi Pilkada 2021. Namun mantan anggota DPRD Provinsi Riau itu menolak anggapan bahwa kekalahan pasangan calon yang diusung Partai Golkar di Pilkada 2020 adalah kesalahan Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Drs H Syamsuar MSi, sebab, kerja politik merupakan kerja tim.

Kepada para pengamat, tokoh, dan banyak pihak atas kritik yang disampaikan termasuk kritik yang pedas terkait hasil Pilkada 2020 dimana 7 daerah di Riau Golkar kalah. Tetapi kekalahan tidak sertamerta ditempelkan kepada ketua DPD I. Beliau (Syamsuar, red) telah bekerja maksimal seperti ikut mengkampanyekan Paslon Bupati di sembilan wilayah, meskipun baru menjabat 10 bulan sebagai ketua DPD I Golkar Riau,

“Apalagi saat ini konsentrasi Ketua DPD I terpecah di tengah pandemi Covid-19,” jelas Zulfan Heri.

Akan tetapi kata Zulfan, kritik yang disampaikan kepada Golkar tersebut akan tetap menjadi masukan yang berharga bagi partai tersebut dalam menghadapi event-event politik di masa yang akan datang. “Ini bukti semua mencintai Golkar,” tutup Zulfan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: