Sabtu , Juli 31 2021

Ketika Disintegrasi Mengancam Negeri

Alfira Khairunnisa
Alfira Khairunnisa

Oleh : Alfira Khairunnisa

Mengguncang. Seorang Tokoh separatis Papua, Benny Wenda, yang kini bermukim di Inggris, telah mengguncang seantero negeri dengan deklarasinya menjadi seorang presiden di Papua Barat.

Tak dapat dielak, Benny Wenda mendapat berbagai kecaman, termasuk dari wakil rakyat, aparat hingga Pemerintahan. Tidakan Benny Wenda dinyatakan sebagai tindakan makar (Tribunnews.com, 4/12/2020)

Jika kita perhatikan, Gerakan Papua Merdeka semakin hari semakin bersemangat dan militan untuk merdeka. Mereka terus berjuang mendapatkan kemerdekaannya. Hingga akhirnya Benny Wenda berani umumkan berdirinya negara Papua Barat.

Melihat realita demikian, maka patut menjadi bahan renungan bersama, sampai kapan ancaman berbahaya ini dibiarkan?

Apakah hingga nanti masyarakat memiliki alasan merdeka karena negara tak mampu memberikan kebaikan dan keadilan?

Lalu apakah negara yang lemah di hadapan negara-negara penjajah yang kemudian menyerahkan semua yang dimiliki dengan penuh kesadaran?

Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk mempertahankan sistem hidup yang rusak ini. Sistem apalagi kalau bukan sistem hidup sekuler-kapitalisme warisan penjajah yang telah terbukti gagal memberi kesejahteraan dan keadilan kepada rakyatnya.

Saat ini yang terjadi adalah umat justru membutuhkan sebuah sistem yang mampu menyejahterakan sekaligus memberi keadilan bagi seluruh warga negara. Dan semua itu hanya kita temui dalam aturan Islam yang memang hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Wallahu’alam-bishoab.***

Penulis merupakan Pemerhati Kebijakan Publik

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: