Ketua FPI Pekanbaru Sudah Sepekan Ditahan, Ini Kata Panglima FPBLK

M Al Husnie Thamrin, Ketua FPI Pekanbaru, ditahan aparat kepolisian karena dianggap mengganggu masyarakat yang melaksanakan aksi demonstrasi dan penyampaian pendapat.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekanbaru, M Al Husnie Thamrin, sudah sepekan mendekam di balik jeruji besi Polresta Pekanbaru.

Husnie Thamrin tak sendirian, dia ditahan bersama rekannya M Nur Fajri yang merupakan anggota FPI Pekanbaru.

Keduanya ditetapkan tersangka oleh kepolisian setelah diduga melanggar Pasal 18 Undang–undang RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan atau Pasal 335 ayat (1) KUHPidana.

Bagaimana sosok M Al Husnie Thamrin dimata kerabatnya?

Dilansir Cakaplah, Muhammad Khalid Tobing, Panglima Front Pembela Bumi Lancang Kuning (FPBLK) mengaku terpukul ketika mendengar Husnie Thamrin beserta beberapa anggota FPI Pekanbaru dijemput oleh pihak kepolisian.

Khalid mengatakan Husnie Thamrin adalah sosok yang tegas, berjiwa besar serta dikenal dengan kebaikan dan sifat pekerja kerasnya.

“Saya sudah lama mengenal beliau (Husnie Thamrin), bahkan ketika saya masih di FPI kita sama-sama berjuang untuk menegakan syariat Islam dan menumpas tempat maksiat di Pekanbaru. Karena kebaikan dan memiliki jiwa yang besar, dia adalah sosok pemimpin yang sangat disegani oleh para anggotanya,” sebut Khalid, Kamis (3/12/2020).

Tidak hanya sampai disitu, sosok Husnie Thamrin ini juga dikenal dengan memiliki aura dan daya tarik tersendiri, serta kemampuan komunikasi yang baik kepada seluruh kalangan tidak lagi diragukan.

“Dia tidak mungkin marah-marah kalau tidak ada penyebabnya atau pemantiknya, Husnie Thamrin adalah orang yang penuh kesabaran dan ketenangan,” tegasnya.

Khalid juga mengaku bahwa dirinya sudah beberapa kali menemui Husnie Thamrin di Mapolresta Pekanbaru, bahkan ia turut mendampingi Husnie Thamrin ketika mendengar kabar bahwa kerabatnya tersebut dijemput oleh polisi di Markaz FPI Kota Pekanbaru.

Ia membeberkan bahwa Husnie Thamrin dan juga M Nur Fajri dalam kondisi yang baik dan dalam menghadapi kasus yang tengah menjeratnya ini, kedua pentolan FPI Pekanbaru tersebut sangat ikhlas menerima cobaan tersebut.

“Keduanya ikhlas dan berjiwa besar dalam menghadapi permasalahan ini,” ucapnya.

Khalid juga menjelaskan bahwa persoalan penangkapan Husnie Thamrin adalah resiko para pejuang. Menurutnya bukan kah banyak tokoh-tokoh pergerakan perjuangan di negara ini menjadi sosok idola dan menjadi pahlawan karena kasus yang saat ini menjerat Husnie Thamrin bukan kasus kriminal seperti korupsi, perampokan, pembunuhan dan lainnya.

“Semoga dengan peristiwa ini akan menjadi pemersatu umat bawah kita semakin cinta NKRI dan semakin Hormat dengan Ulama dan Habaib,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: