Komnas HAM Periksa Barang Bukti Senpi yang Diklaim Polri Milik Laskar FPI

Bukti yang dipamerkan Polda Motra Jaya dan diklaim digunakan Laskar FPI mirim dengan BB kriminal di Ngawi, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Jakarta (Riaunews.com) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memeriksa barang bukti terkait kasus bentrokan yang menewaskan enam anggota laskar Front Pembela Islam (FPI).

Sebelumnya, Tim Penyelidikan Komnas HAM telah mengambil beberapa barang bukti dari PT Jasa Marga (Persero) yang menyangkut Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Mereka telah melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk menindaklanjuti dan melakukan konfirmasi atas keterangan dari pihak Jasa Marga.

Selain itu, Komnas HAM juga telah memeriksa mobil yang digunakan polisi serta laskar FPI dalam bentrokan yang terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50 tersebut.

Kemudian pada hari Rabu, 23 Desember 2020, Tim Penyelidikan Komnas HAM melihat dan memeriksa barang bukti berupa senjata api dan senjata tajam terkait peristiwa bentrokan tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020.

Dia mengatakan bahwa pemeriksaan barang bukti itu dilakukan saat meminta keterangan dari Tim Bareksrim Polri, meliputi Labfor dan Siber, selama kurang lebih enam jam.

“Pengambilan keterangan tersebut dilakukan guna memperoleh keterangan, prosedur, metode, serta substansi dari barang bukti,” kata Choirul Anam, dikutip dari Antara.

Selain senjata api dan senjata tajam, Komnas HAM juga memeriksa gawai, pesan suara, dan beberapa informasi terkait gawai mendiang laskar FPI yang disita oleh Kepolisian.

Dalam waktu dekat, Tim Penyelidikan Komnas HAM juga mengupayakan pemeriksaan terhadap petugas kepolisian dan pendalaman terhadap saksi dari anggota FPI.

“Semoga pengambilan dan permintaan keterangan ini dapat dilakukan sesuai dengan jadwal,” ucap Choirul Anam.

Dia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan pihak Komnas HAM dalam menangani kasus ini.

“Komnas HAM RI menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas kerja sama selama ini, termasuk pihak FPI, kepolisian, dan masyarakat,” tutur Choirul Anam.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: