Minggu , Mei 9 2021

Munarman Beberkan Kronologi Pengadangan Rombongan Habib Rizieq yang Berakhir Penembakan oleh Polisi

Sekretaris Umum FPI Munarman
Sekretaris Umum FPI Munarman saat konferensi pers membeberkan kronologi pengadangan rombongan Habib Rizieq Shihab oleh oknum tertentu.

Jakarta (Riaunews.com) – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman menegaskan, Habib Rizieq Shihab beserta rombongan mengarah ke luar Jakarta saat terjadi insiden pengadangan oleh oknum tak berseragam, yang berujung tewasnya enam orang anggota Laskar Pembela Islam (LPI).

Munarman mengatakan, Habib Rizieq mulanya beristirahat di Megamendung lalu pindah ke Sentul, Kabupaten Bogor. Lalu pada Minggu 6 Desember 2020 malam, Habib Rizieq meninggalkan Sentul menuju ke tempat pengajian ke rumah keluarga di luar Jakarta.

“Jadi tidak melibatkan pihak manapun juga dengan empat mobil keluarga. Di dalam mobil ada istri beliau, ada anak, dan menantu, artinya ada perempuan dalam mobil, dan ada cucu beliau. Dua orang masih bayi, tiga orang balita. Jadi di rombongan Habib Rizieq itu ada bayi dan balita. Itu yang saya mau tegaskan. Jadi ini adalah perjalanan keluarga biasa,” ucap Munarman saat jumpa pers di Petamburan, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Munarman menyebut, Habib Rizieq dikawal oleh empat mobil. Lalu di tengah perjalanan keluar Jakarta pada tengah malam, rombongan Imam Besar FPI itu dihadang. Ternyata, rombongan Habib Rizieq sudah diikuti sejak keluar Tol Sentul.

“Di dalam perjalanannya lebih kurang 00.30 malam, rombongan beliau dengan dikawal oleh empat mobil laskar. Di dalam perjalanan ada orang yang menguntit sejak beliau keluar dari Sentul. Terus dikuntit dan akhirnya para penguntit ini memotong entah apa tujuannya,” jelasnya.

Oknum tak berseragam itu, kata dia, berusaha memotong jalan mobil rombongan dan mulai menyetop. Akhirnya mobil pengawal Habib Rizieq langsung bereaksi dan melindungi Imam Besar. Disitulah terjadi gesekan.

“Kita tidak sebut, karena kita tidak tahu dia petugas resmi atau bukan karena dia tidak berseragam berusaha memotong rombongan dan menyetop kendaraan. Para pengawal tentu saja bereaksi untuk melindungi Imam Besar Habib Rizieq Shihab. Itu reaksi normal karena mereka memang bertugas untuk mengawal,” ucap Munarman.

“Yang mengawal HRS ini empat mobil, dua mobil terus mengawal HRS menuju tempat pengajian, yang dua yang berusaha diadang OTK ini. Kemudian terjadi upaya penangkapan itu dan ada sekali penembakan di tahap awal itu mengenai satu laskar. Satu laskar inilah yang voice notenya sampai ke tim yang lain mobil satunya, mobil satunya segera menyelematkan diri, karena ada tembakan,” tambahnya.

Ia menegaskan, tidak ada tembak menembak. Pasalnya, anggota Laskar FPI tidak memiliki atau tidak dibekali senjata api. Yang ada kata dia hanyalah penembakan terhadap anggota Laskar FPI.

“Laskar kami tidak pernah dibekali dengan senjata api. Kami terbiasa tangan kosong. Kami bukan pengecut! Jadi fitnah dan ini fitnah luar biasa dan pemutar balikan falta dengan menyebutkan bahwa laskar yang lebih dulu menyerang dan melakukan penembakan. Kalau betul itu, itu coba dicek, nomor register senjata apinya, pelurunya itu semua tercatat. Cek saja. Silakan dicek. Pasti bukan punya kami. Karena kami tidak punya akses terhadap senjata api dan tidak mungkin membeli dari pasar gelap. Jadi bohong! Bohong sama sekali!” tegas Munarman.***

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: