Sabtu , Desember 4 2021

Nasrul Abit-Indra Catri keok, Gerindra Bantah Prabowo Tak Lagi Berpengaruh di Sumbar

Pres Release yang dilakukan DPD Partai Gerindra Sumatera Barat terkait Pilkada 2020.

Padang (Riaunews.com) – Perolehan suara paslon Nasrul Abit-Indra Catri (NA-IC) yang diusung Gerindra dalam Pilgub Sumbar, kalah dalam quick count dari paslon Mahyeldi-Audy yang diusung PKS.

Berdasarkan quick count lembaga survei Poltracking dari 85,40 persen suara masuk, Mahyeldi-Audy mendapatkan 32,98 persen sementara Nasrul-Indra 30,57 persen.

Kekalahan jagoan Gerindra di Sumatera Barat menuai spekulasi soal sosok Prabowo Subianto tak lagi bertaji di tanah Minang. Di Pilpres 2019, Prabowo mengantongi 85,95% suara lawan Jokowi 14.05%.

Namun, Ketua DPD Sumbar Gerindra, Andre Rosiade, menepis anggapan tersebut. Dia menyebut suara Prabowo atau Gerindra tetap kuat di Sumbar.

“Yang bertarung kan bukan Pak Prabowo. Kami punya survei terakhir di tanggal 15 November itu suara NA-IC memang baru 30 persen di mana suara Partai Gerindra juga 30 persen. Seandainya 15 November itu terjadi pemilihan presiden, beliau masih mendapatkan 60 persen. Itu survei yang kami lakukan dengan lembaga independen,” kata Andre saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

“Jadi jangan digiring seperti itu karena yang berkompetisi bukan Pak Prabowo. Tapi yang jelas 30 persen ini itu sudah luar biasa

Andre mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil pasti dari real count yang masih dalam proses perhitungan. Dia pun masih yakin Nasrul-Indra masih berpeluang menang dalam hasil real count KPU.

“Tentu quick count ini kan hanya berbeda 1 persenan lebih, tentu ini tidak bisa kita jadikan patokan kalah atau menang. Makanya kami masih menunggu real count yang sedang berjalan saat ini,” tuturnya.

“Insyaallah (ada kemungkinan menang), kita masih tunggu hasil real count. Nanti setelah real count kita tahu karena kalau 1 persen itu kan bias, kita belum tahu menang atau kalah,” sambungnya.

Andre mengatakan sebagai partai satu-satunya pengusung NA-IC, Gerindra masih menjadi partai terbesar di Sumbar. Karena itu, ia tak ingin begitu saja mengamini hasil quick count.

“Sebagai satu-satunya koalisi pendukung NA-IC kami melihat suara partai kita masih on the track. Kita masih bisa dilihat sebagai partai terbesar di Sumbar saat ini,” kata dia.

Lebih lanjut, anggota DPR itu pun meminta seluruh relawan Nasrul-Indra untuk tetap mengawal proses perhitungan suara hingga KPU provinsi. Andre juga berharap seluruh pihak menjaga suasana kondusif di Sumbar.

“Jelas kami imbau kepada seluruh relawan pendukung saksi kader mari kita jaga proses perhitungan di PPK, KPUD Kota Kabupaten dan provinsi,” ujarnya.

“Kedua, kita imbau kita jaga situasi Sumbar tetap kondusif, jaga keamanan ketertiban pemilu sudah selesai. Saatnya kita bersatu kembali mari kita terima hasil keputusan rakyat ini. Kalau siapa pun yang tidak puas silakan menggugat ke MK,” tandas Andre.

Berdasarkan data yang disajikan situs KPU (https://pilkada2020.kpu.go.id) yang dipantau Riaunews.com pada Kamis (10/12) pukul 18.50 WIB, pasangan Nasrul Abit-Indra Cati baru mengantongi 30,0% persen atau 268.256 suara, sementara Mahyeldi-Audy Joinaldy sudah mencapai 34,2% atau 305.419 suara.

Data tersebut merupakan update KPU pukul 18.44 WIB, dengan data TPS yang masuk 4.940 atau baru 39,37% dari total 12.548 TPS yang ada di seluruh Sumatera Barat.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: