Tersangka Korupsi Bansos Covid-19, Adi Wahyono Akhirnya Menyerahkan Diri

PPK Kemensos Adi Wahyono
PPK Kemensos Adi Wahyono, akhirnya menyerahkan diri sebagai KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana Bansos Covid-19.

Jakarta (Riaunews.com) – Tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan bansos paket sembako untuk pengananan Covid-19, Adi Wahyono (AW) akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Adi merupakan salah satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kementerian Sosial (Kemensos).

Berdasarkan informasi yang diterima Okezone, Adi Wahyono tiba di Gedung Merah Putih KPK pukul 09.00 WIB, Minggu (6/12/2020). Adi Wahyono saat ini sedang menjalani pemeriksaan.

Mensos Juliari P Batubara lebih dulu menyerahkan diri ke KPK. Juliari telah menyerahkan diri pukul 02.50 WIB, Minggu. Saat tiba di Gedung KPK, dia mengenakan jaket hitam, topi, lengkap dengan masker.

Juliari enggan angkat bicara ihwal penetapan tersangka terkait kasus dugaan suap pengadaan paket sembako bansos untuk penanganan Covid-19 di Jabodetabek.

Sebelumnya, KPK mengultimatum Adi Wahyono untuk kooperatif segera menyerahkan diri. Adi diminta untuk menghadap penyidik lembaga antirasuah.

“Perlu juga kami ingatkan untuk satu orang tersangka yang saat ini belum menyerahkan diri ke KPK atasnama AW untuk segera kooperatif datang menyerahkan diri menghadap penyidik KPK,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui rekaman video yang diterima, Minggu.

Sekadar informasi, KPK telah menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan paket bansos berupa sembako untuk penanganan Covid-19 di wilayah Jabodetabek. Kelima tersangka itu yakni, Mensos Juliari P Batubara. Kemudian, PPK Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono serta dua pihak swasta pemberi suap yakni Ardian IM (AIM), Harry Sidabuke (HS).

Atas perbuatannya, tersangka Matheus Joko Santoso, dan inisial AW disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 (i) Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, tersangka Juliari Batubara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan para tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan TIndak Pidana Korupsi.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: