TITIPAN

Oleh Helfizon Assyafei

Seperti kesehatan, kekuasaan adalah titipan. Sebuah titipan punya limit (batas waktu). Pada waktunya akan dikembalikan kepada yang menitip. Setiap sebuah titipan selalu mengandung sebuah pesan tak tertulis bahwa; agar titipan itu dijaga. Kalau digunakan, gunakan sesuai dengan arahan yang menitipkan.

Jika kita menggunakan barang titipan sekehendak selera kita, akan datang masanya akan berurusan dengan yang menitipkan tadi. Seperti itulah hidup. Kesehatan, kekuasaan, keilmuan, kekayaan, kepandaian semuanya hanya titipan. Bahkan nyawa pun sebenarnya hanya titipan yang akan dikembalikan pada waktunya kelak.

Seseorang mungkin menitipkan sepeda kepada  mu. Dan kau bisa menggunakannya ke tempat pengajian atau ke tempat perjudian. Dan bila yang menitipkan itu Maha Melihat maka kelak kau takkan bisa mengelak kemana titipan-Nya kau gunakan. Kau mungkin bisa sangat berkuasa. Sangat kuat. Sangat hebat. Tapi semua itu bukan milkmu. Hanya titipan. Percayalah kita semua punya peluit panjang tanda masa penitipan berakhir.

Saya melihat cuplikan video Kemal Attaturk penguasa Turki. Yang akhir hidupnya tragis. Yang bahkan makamnya pun mengeluarkan bau busuk. Sampai hari ini. Sehingga petugas di sana harus menyemprotkan parfum terharum ke baju kita sebelum dibawa ke kuburannya di sebuah museum yang bisa dikunjungi wisatawan.

Kekuasaan bisa memabukkan. Bisa mengatakan yang benar itu salah dan yang salah itu benar. Kekuasaan memberikan kemuliaan imitasi. Seperti emas imitasi, meski demikian serupanya tapi nilainya tetap tak sama. Teringat petuah tuan guru penulis Al Hikam, Ibnu Attoillah Al Askandri rahmatullah alaihi.

“Jika engkau ingin kemuliaan yang tidak rusak, maka janganlah membanggakan kemuliaan yang rusak.” Kemuliaan yang tidak rusak hanya dari Allah, dengan Allah dan bersama Allah. Sebab Allah kekal dan tidak rusak. Adapun jika berbangga dengan kekayaan, pangkat, kedudukan maka semua itu palsu. Kelak pasti binasa dan rusak bersama yang dibanggakan itu..***

21 Desember 2020

 

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: