Jumat , Juni 18 2021

Zulfan Heri: Tindakan Vattah Cerminan Tidak Dewasa Dalam Berpolitik

Kepala Bappilu DPD I Partai Golkar Riau H Zulfan Heri SIP MSi bersama Cabup Bengkalis, H Indra Gunawan Eet PhD. (Foto : Istimewa)

PEKANBARU (RiauNews.com)-Abdul Vattah Ali Hasyim Harahap mantan anggota DPRD Riau periode 2014-2019, terang-terangan membangkang terhadap keputusan DPD II Partai Golkar Bengkalis, DPD I Partai Golkar Provinsi Riau dan DPP Partai Golkar yang mengusung Paslon Bupati/Wakil Bupati Bengkalis H Indra Gunawan Eet PhD-Ir H Samsu Dalimunte (ESA) nomor urut 4.

Pasalnya Vattah dengan beraninya mendukung Paslon Bupati Bengkalis yang bukan didukung Partai Golkar, bentuk pembangkangan Vattah ini umbar di media masa bahkan Fattah membuat vidio dukungan kepada Paslon lainnya dan beredar di Medsos dan Whattshap.

Menanggapi hal ini Kepala Bapilu DPD I Partai Golkar Riau H Zulfan Heri SIP MSi menegaskan, pertama kesalahan terbesar kader Partai Golkar Bengkalis ini, Vattah adalah membuat dukungan untuk Paslon Bupati KBS, memakai atribut Partai Golkar secara terbuka.

“Ini tidak dibenarkan. Seluruh pengurus dan kader harus tunduk dan patuh serta loyal terhadap keputusan partai Golkar. Dimana partai Golkar wajib memenangkan calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Golkar,” tegas Zulfan, Sabtu (5/12/20).

Ketetapan tersebut jelas Zulfan merupakan hasil Rakornis Bapilu dan BSN se-Indonesia yang digelar pada tanggal 24-25, September tahun 2020 lalu,

“Termasuk pengarahan Ketua Umum (Ketum) dihadapan Paslon saat menyerahkan SK DPP Partai Golkar kepada calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang diusung Partai Golkar di Jakarta,” ujarnya.

Kedua lanjut Zulfan soal alasan Vattah yang mengatakan keluarga besar Kasmarni turut membesarkan partai Golkar di Bengkalis, dibuktikan dengan perolehan 8 kursi,

“Kita menghormati itu, tapi tidak bisa semata-mata kerja politik keluarga besar mereka. Itu semua kerja bersama semua pengurus dan kader, termasuk juga semua Caleg, di dapil masing-masing pada Pileg 2019 yang lalu,”bebernya.

Ketiga kata Zulfan lagi kurang cerdas dan kurang elok rasanya Fattah menyebut-nyebut nama dirinya selaku kepala Bapilu dan nama ketua DPD I Golkar Riau, Syamsuar dalam sikap Fattah tersebut.

“Ketua itu simbol partai. Kalau mau mendukung Paslon lain diluar partai Golkar, silakan saja, hak adinda Vattah, tapi dilarang keras membawa atribut partai,”tegas mantan anggota DPRD Riau dua periode ini.

Vattah kata Zulfan konon katanya sudah lama berkecimpung di partai Golkar di Bengkalis, dulu dibesarkan oleh H Indra Gunawan Eet yang sekarang ini maju sebagai Cabup, tapi tindakannya tidak mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik.

“Jasa Bung Eet sedikit banyak harus ditengok juga. Mestinya jangan bawa bawa atribut partai, fatal akibatnya. Beliau sebagai kader bisa dipecat sebagai kader,” kata Zulfan.

Konflik-konflik personal yang ada ditubuh partai Golkar Bengkalis tambah Zulfan jangan sampai mengorbankan partai

“Jangan anda-anda semua termasuk adinda Vattah mengorbankan partai. Sungguh tak baik dihadapan pengurus dan kader yang sedang berjuang pagi, siang, sore hingga larut malam membesarkan partai dan memenangkan paslon ESA MANTAB nomor Urut 4 di pilkada Bengkalis ini,” imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Bapilu DPD I Partai Golkar Riau, Ikhsan ST MSi menegaskan Fattah akan segera mendapat sangsi karena tidak patuh dengan SK dan Instruksi yang dikeluarkan mulai dari Golkar Kabupaten, Provinsi hingga DPP.

“Kita mau pecat dia sebagai kader,” kata Ikhsan, Sabtu (5/12/20).

Ikhsan mengatakan usulan pemecatan tersebut telah disampaikan DPD II Partai Golkar Bengkalis kepada DPD I Partai Golkar Provinsi Riau dan saat ini tengah diproses.

“Kapan akan kita pecat, tunggu Ketua DPD I Partai Golkar, Pak Syamsur sembuh,” ujarnya.

Besok lanjut Ikhsan dirinya bersama Kepala Bapilu DPD I Partai Golkar Riau, Zulfan Heri akan berangkat ke Jakarta menemui pengurus DPP Partai Golkar untuk melaporkan terkait proses Pilkada, termasuk untuk berkonsultasi” imbuhnya.

 

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: