Golongan Manakah Kita?

Oleh Helfizon Assyafei

Saya dulu tidak mengerti. Mengapa setiap pagi tuan guru menyuruh saya melazimkan membaca surah Al waqi’ah (hari kiamat). Pokoknya setelah subuh baca saja. Baik hati lagi mood atau tidak. Dan kadang saya masih dikuasai mood. Kadang baca kadang tidak. Setiap bertemu maka yang pertama ia tanyakan sudahkan saya membaca surah itu?

Lalu akhirnya ia menjelaskan kepada saya mengapa ia nyinyir soal itu. Di dalamnya ada pelajaran. Tentang tiga golongan manusia di hari pembalasan. Pertama, orang-orang yang pertama beriman (assbiqu na awwalun). Kedua, golongan kanan. Ketiga, golongan kiri. Dia bertanya itu rupanya ingin mengingatkan dirinya dan saya juga berdiri digolongan manakah kelak kita ketika tidak di sini lagi.

Menjadi golongan pertama adalah para Nabi dan sahabat. Tidak ada peluang untuk itu. Waktu sudah berlalu. Peluang hanya ada dua menjadi golongan kanan (beruntung) atau golongan kiri (merugi). Apa itu golongan kanan? itulah orang-orang yang tidak mendustakan akan hari pembalasan. Jika anda menyakiti, mencurangi, menipu, mengambil hak orang lain, memakan yang haram, membunuh tanpa hak maka bersiaplah. Pembalasan untuk semua itu pasti. Baik anda meyakininya ataupun tidak.

Lalu golongan kiri? surah ini menjelaskan; sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewahan. Dan terus-menerus mengerjakan dosa besar. Dan mereka selalu mengatakan apakah bila kami mati dan menjadi tanah lalu menjadi tulang-belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar dibangkitkan kembali? Karena tidak yakinlah mereka mendustakan hari pembalasan.

Di surah itu pula Tuhan menyuruh kita berfikir. Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan hari berbangkit (pembalasan)? Dan tumbuhan yang kamu tanam, kamukah yang menumbuhkannya atau Kami kah? Dan yang paling dekat dengan diri kita sendiri; nutfah (mani) yang kamu pancarkan, kamukah yang menciptakanya atau Kami kah? Subhanallah..

Di ayat itu juga disebutkan Allah akan menciptakan kita kali kedua di akhirat dalam keadaan yang tidak kita ketahui. Akankah kita berkepala ular (penipu), anjing (penjilat), babi (serakah)? Na’uzubillahi min zalik (berlindung kami dari keadaan itu ya Robb). Jadi, lanjut tuan guru, siapapun kita hari ini; orang soleh kah, pendosakah, segeralah bertaubat. Sebab kesolehan bisa saja tertolak karena kesombongan.

Mungkin kita mengira hari kiamat masih lama, lanjutnya lagi. Tapi sebenarnya dekat. Sedekat maut yang tak pernah memberi tahu kapan ia datang. Selepas maut hanya dua tempat tersedia; taman syurga dan liang neraka. Dan balasan itu tak harus menunggu hingga hari kiamat. Saya menyalami dan mencium tangannya. Terimakasih tuan guru..

16 Januari 2021

 

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: