Sabtu , Juni 19 2021

Firdaus : Persoalan banjir masih PR Pemko Pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru Firdaus.

Pekanbaru(RiauNews.com) –  Wali kota Pekanbaru, Firdaus, mengakui jika permasalahan banjir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum bisa terselesaikan hingga saat ini.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus mengatakan, permasalahan banjir selama ini diatasi dengan penanganan jangka pendek dan Normalisasi saluran air dilakukan untuk menghindari banjir. Selain itu pemerintah kota juga telah membuat masterplan pengendalian banjir yang  sudah selesai disusun pada 2020 oleh tim ahli.

“Permasalahan banjir, nantinya mengacu pada masterplan untuk pekerjaan pembenahan wilayah rawan banjir,” kata Firdaus.

Menurutnya, langkah selanjutnya, masterplan banjir ini dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Tinggal lagi melanjutkan bagaimana menjadikan masterplan banjir sebagai komitmen bersama,” terangnya.

Lebih jauh dikatakan Firdaus, mengingat penanganan banjir yang saling berkaitan dengan wilayah Kabupaten yang bersebelahan langsung dengan Kota Pekanbaru. Maka masterplan banjir ini akan dilanjutkan dengan nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan Kementerian PUPR, gubernur, wali kota Pekanbaru, dan bupati Kampar.

“Itu rencana dan harus disiapkan kepala Dinas PUPR. Masterplan banjir ini gunanya untuk memetakan persoalan lingkungan banjir. Di situ juga solusinya bagaimana Pemko dapat menyelesaikan dengan kota yang cepat tumbuh,” urainya.

Firdaus juga menambahkan, Kota Pekanbaru memiliki daerah yang datar. Sehingga setiap pembangunan itu selalu ada perbaikan elevasi. Selalu ada perbaikan ketinggian tanah dalam pembangunan.

”Kondisi tersebutlah yang membawa pengaruh terhadap genangan air setiap kali hujan turun. Ditambah lagi penimbunan saat pembangunan juga turut andil membawa pengaruh kepada perubahan sistem drainase,” paparnya.

Pada masterplan pengendalian banjir ini, ada 112 titik rawan banjir yang tersebar di 15 Kecamatan. Kemudian terdata sebanyak 375 persoalan yang menyebabkan banjir. Hal itu diakibatkan drainase yang tidak berfungsi baik akibat sedimen yang tinggi. Sebagian drainase juga tidak berfungsi sama sekali.

Pewarta : Safrinayanti

 

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: