Rabu , Juni 16 2021

Disindir Soal Lari Pagi, Komisi X: Sandiaga Uno Harus Ingat Dia Hanya Pembantu Jokowi

Sandiaga Uno
Sandiaga Uno dikenal menggemari olahraga lari pagi. (Foto: Twitter/@sandiuno)

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dikritik habis-habisan oleh anggota Komisi X DPR Putra Nababan. Semua gegara postingan Sandi yang dianggap mem-framing anggota Komisi X DPR tak bisa bangun pagi dan lari pagi.

Postingan Sandiaga Uno ini sebenarnya sudah dihapus. Namun, Putra Nababan kukuh meminta Sandiaga memberikan klarifikasi.

Seperti apa duduk perkara Sandi vs Putra Nababan soal lari pagi ini?

Dirangkum detikcom, Kamis (28/1/2021), Putra Nababan dalam keterangan tertulisnya menyebut Sandiaga mengunggah tentang lari pagi ini di Instagram dan Twitter. Putra Nababan menuliskan ulang caption unggahan Sandi.

“Dari 50 lebih anggota Dewan di Komisi X, hanya 2 yang hari ini menerima ajakan lari pagi saya sembari meninjau usaha-usaha ekonomi kreatif yang ada di kawasan GBK.

Untuk komisi X yang lain saya dan Bu @dewicoryati tunggu di hari Selasa depan. Kita olahraga sambil bertukar pikiran untuk menggarap potensi lapangan kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sampai jumpa!” kata @sandiuno di Instagram pribadinya tersebut, seperti disampaikan kembali Putra Nababan.

Menurut Putra, unggahan Sandiaga di Instagram dan Twitter langsung jadi perbincangan publik. Netizen, katanya, langsung mencap anggota Komisi X DPR lebih banyak tidur dan tidak bekerja.

Unggahan @sandiuno sempat ditonton 158.408 kali tayangan. Namun, kata Putra, Sandiaga Uno langsung menghapus dua postingannya tersebut beberapa jam kemudian dan dia meminta Sandi memberi klarifikasi.

“158 ribu lebih masyarakat yang sudah membaca unggahan itu pasti berpikir anggota Komisi X tidak memenuhi undangan lari pagi dan tidak berkenan melihat langsung usaha ekonomi kreatif, padahal undangannya fiktif dan rekayasa saja. Jadi kebohongan publik ini harus diklarifikasi,” katanya.

Putra mengingatkan Sandi berhenti memberi framing negatif kepada anggota Komisi X DPR dengan sebutan tidak bisa bangun pagi. Menurut dia, seharusnya Sandi menjaga hubungan baik dengan para anggota Komisi X DPR.

“Sandi harusnya sadar dirinya adalah pembantu Presiden Jokowi. Dia harus berhenti menciptakan sensasi-sensasi politik kosong dengan memberikan bingkai framing negatif terhadap mitra kerjanya, seolah-olah 50 lebih anggota Komisi X tidak bisa bangun pagi dan lari pagi serta tidak mau ikut menyaksikan usaha ekonomi kreatif di Gelora Bung Karno” kata Putra Nababan.

Putra lalu menyindir Sandiaga yang katanya sering bermain media sosial. Ia meminta Sandiaga lebih banyak melakukan kerja nyata bersama jajaran kementeriannya.

“Dari yang kami amati di media sosial, menteri yang satu ini rajin sekali bermedsos. Sehari bisa tiga sampai empat kali posting. Ini jadi pertanyaan kita sebenarnya apa yang sudah dikerjakan olehnya? Rasanya kok tidak banyak ya dan hanya terus-menerus mencari sensasi agar mendapat simpati di media sosial,” kata Putra.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: