Hari Pertama Pelarangan, WNA yang Masuk Malah Capai 1.771 di Bandara Soetta

WNA masuk
Sebanyak 1.771 WNA masuk melalui Bandara Soekarno Hatta di hari pertama pelarangan masuknya warga asing ke Indonesia, Jumat (1/1/2020). (Foto: Antara via Tempo.co.id)

Jakarta (Riaunews.com) – Sebanyak 1.771 penumpang pesawat rute Internasional tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 1 Januari 2021 atau hari pertama diberlakukannya larangan warga negara asing masuk Indonesia.

“Pax flight internasional yang masuk 1 Januari berjumlah 1.771 orang,” ujar Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi saat dihubungi TEMPO, Jumat (1/1/2021).

Agus memastikan ribuan penumpang Internasional yang terdiri dari warga negara asing dan warga negara Indonesia itu langsung menjalani karantina selama 5 hari di sejumlah hotel di wilayah Jakarta dan Tangerang. “Iya semua dikarantina.”

Agus menyatakan dukungan penuh diberikan agar seluruh kebijakan terkait pencegahan Covid-19 ini dapat diterapkan ketat di Bandara Soekarno-Hatta.

Angkasa Pura II, kata dia berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak agar seluruh fasilitas dan pelayanan dapat mendukung penerapan ketentuan karantina bagi WNA pada 28 – 31 Desember 2020, dan juga ketentuan penutupan sementara masuknya WNA ke Indonesia pada 1 – 14 Januari 2021. “Operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dipastikan berjalan lancar,” kata Agus.

Adapun hari ini, Satgas Covid-19 telah menerapkan larangan bagi WNA untuk masuk Indonesia. “WNA dilarang masuk, kecuali yang memilik ITAS/ITAP dan diplomatik,” kata Agus Haryadi.

Kepala Satgas Udara Penanganan Covid-19 Kolonel Pas M.A Silaban mengatakan, peraturan diberlakukan bagi WNA dari seluruh negara sesuai dengan Surat Edaran 04/2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Dalam Masa Pandemi Covid-19 yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19.“Sesuai SE Nomor 04/2020, dilakukan penutupan sementara masuknya WNA dari semua negara ke Indonesia baik itu penerbangan langsung atau transit,” ujar Silaban melalui keterangan tertulis, Rabu 31 Januari 2020.

Silaban mengatakan terdapat pengecualian bagi pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas, masih diperbolehkan masuk ke Indonesia.

Berdasarkan SE Nomor 04/2020, juga dinyatakan pelaku perjalanan WNA dari luar negeri dikecualikan: pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas, serta pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP).

“Personel di Bandara Soekarno-Hatta akan memastikan hal ini, bahwa WNA yang dikecualikan dapat masuk ke Indonesia,” ujar Silaban.

Silaban menambahkan diberikan dispensasi untuk diperbolehkan masuk ke Indonesia bagi WNA yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta khusus tanggal 1 Januari 2021 pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB.

“Bagi WNA yang mendarat pukul 00.00 WIB – 06.00 WIB pada 1 Januari 2021 di Bandara Soekarno-Hatta masih diperbolehkan masuk ke Indonesia. Dispensasi ini berkaitan dengan operasional penerbangan yang dinamis,” ujarnya.

Lebih lanjut Silaban mengatakan jika masih ada WNA yang mendarat pada periode pelarangan masuk Indonesia, maka dipastikan WNA tersebut harus terbang kembali ke luar Indonesia.“WNA tersebut akan diminta untuk kembali terbang keluar dari Indonesia, dan akan kami pastikan hal tersebut” jelasnya.

Satgas Udara Penanganan Covid-19 juga memastikan bahwa pada 31 Desember 2020 kemarin masih dilakukan proses karantina terhadap seluruh penumpang rute internasional baik itu WNI dan WNA yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami terus melakukan pembaruan terhadap hotel-hotel yang menjadi lokasi karantina agar dapat menampung seluruh penumpang pesawat internasional yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Karantina dilakukan di hotel yang diutamakan terletak di wilayah Jakarta dan Tangerang,” kata Silaban.

Menurut Silaban, seluruh proses kedatangan internasional berjalan dengan lancar mulai dari penumpang turun dari pesawat hingga keluar imigrasi dan bea cukai dan menuju bus untuk ke lokasi karantina.

Satgas Udara Penanganan Covid-19 juga berkoordinasi penuh dengan Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) terkait ketersediaan kamar hotel untuk karantina. Silaban menegaskan WNI dibebaskan dari biaya akomodasi untuk karantina, sementara itu WNA diharuskan menggunakan biaya sendiri. Adapun lamanya karantina adalah 5 hari.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: