Sabtu , Juni 19 2021

Keuangan Negara Cekak, Proyek Tol Trans Sumatera Bakal Didanai dari Utang

Pembangunan tol Padang-Sicincin yang merupakan bagian dari tol Trans Sumatera Padang-Pekanbaru.

Jakarta (Riaunews.com) – Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan akan menggunakan skema pendanaan dana abadi Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk melanjutkan pembiayaan proyek Tol Trans Sumatera.

Pasalnya, ia menyebut proyek Tol Trans Sumatera merupakan penugasan dari pemerintah dan salah satu sumber utama proyek berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Sementara, PMN mengalami defisit mencapai Rp60 triliun untuk pembangunan ruas tol tersebut.

Oleh karena itu, ia menyebut Hutama Karya membuka diri dengan skema pendanaan lainnya seperti utang luar negeri, menerbitkan surat utang, atau lewat pendanaan equity SWF.

“Maka itu alternatif pendanaan itu bisa SWF, bisa utang luar negeri atau bisa skema lain,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (28/1/2021).

Meski belum diketahui secara pasti berapa lama pendanaan PMN masih dapat menopang proyek, namun hingga tahun ini Fauzan memastikan proyek masih akan berjalan karena menerima PMN sebesar Rp6,2 triliun.

Walau proyek berpotensi mandek, ia menyebut posisi keuangan perusahaan masih sehat karena Hutama Karya memiliki lini bisnis lain pembangunan jembatan, bandara, gedung, dermaga, dan lainnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR menyebut modal negara untuk pembangunan Tol Trans Sumatera kurang Rp60 triliun. Modal itu berbentuk PMN.

“Setelah kami evaluasi, sampai sekarang yang telah berjalan ternyata ada defisit PMN yang belum bisa dipenuhi sebesar Rp60 triliun,” kata Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian seperti dikutip dari Antara, Rabu (27/1).

Ia mengatakan kekurangan modal negara tersebut berpotensi mengancam pembangunan proyek. Bahkan katanya, proyek bisa terhenti.

Supaya ancaman itu tidak terjadi, pihaknya tengah berkomunikasi dengan kementerian lain.

“Ini yang sudah kita berkomunikasi dengan kementerian-kementerian terkait, bagaimana kita dana untuk menutup kekurangan Rp60 triliun ini bisa dicairkan secara cepat,” ujar Hedy.

Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan audit terhadap proyek Tol Trans Sumatera yang sedang dilaksanakan oleh Hutama Karya.

“Sedangkan untuk proyek pembangunan ruas-ruas tol Trans Sumatera yang sedang tidak berjalan, terkait PMN sepertinya Hutama Karya sudah mengalami kesulitan,” katanya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: