Sabtu , Juni 19 2021

28 Tahun Bersama, Daft Punk Akhirnya Bubar

Duo Daft Punk.

Paris (Riaunews.com) – Duo elektronik legendaris asal Prancis, Daft Punk, mengumumkan bubar pada Senin (22/2/2021), setelah bermusik bersama sejak 1993.

Daft Punk mengumumkan keputusan itu melalui video bertajuk Epilogue yang mereka unggah di YouTube. Dalam video itu, terlihat kedua anggota Daft Punk, Thmas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo mengenakan helm dan jaket ciri khas mereka.

Mereka berjalan di tengah padang pasir. Awalnya, mereka berjalan beriringan. Namun kemudian, salah satu dari mereka berjalan di depan, meninggalkan yang lainnya di belakang.

Anggota yang berjalan di depan itu sempat menghampiri kembali temannya. Rekannya kemudian membuka jaket bertuliskan Daft Punk yang ia kenakan.

Setelah jaket dibuka, terlihat tombol bom di punggungnya. Rekannya lantas mengaktifkan bom tersebut, hingga akhirnya tubuh salah satu anggota itu meledak.

Video kemudian menunjukkan gambar dua tangan yang membentuk segitiga dengan keterangan “1993-2021” di bawahnya.

Tayangan itu berlanjut dengan adegan anggota yang tersisa berjalan ke arah matahari terbenam diiringi lagu Touch karya Daft Punk.

Setelah video ini tayang, para penggemar mulai bertanya-tanya. Publisis Daft Punk, Kathryn Frazier, akhirnya mengonfirmasi bahwa duo itu bubar, tapi enggan menjabarkan lebih lanjut.

Sebagaimana dilansir Variety, Bangalter dan Homem-Christo pertama kali bertemu pada pertengahan 1980-an di Paris. Pada 1992, mereka membentuk band rock bernama Darlin’ bersama seorang teman bernama Laurent Brancowitz.

Saat itu, Darlin’ merilis satu lagu untuk kompilasi label rekaman Stereolab, Duophonic. Ternyata, lagu itu menuai respons negatif dalam ulasan Melody Maker, yang menyebut mereka “a daft punky thrash.”

Bangalter dan Homem-Christo akhirnya menggunakan kutipan dalam kalimat ulasan itu sebagai nama band mereka selanjutnya, sementara Brancowitz memilih membentuk band baru yang kini dikenal dengan nama Phoenix.

Daft Punk merilis single pertama mereka, The New Wave, pada 1994, kemudian ditindaklanjuti dengan Da Funk. Lagu itu langsung hit di Eropa dan menjadi landasan mereka untuk merilis album perdana, Homework, pada 1996.

Album tersebut dianggap sebagai salah satu rilisan musik elektronik terbaik di era 1990-an. Sejak saat itu, Daft Punk terus berkarya dan merilis Discovery (2001), Human After All (2005), dan Random Access Memory (2013).

Random Access Memory menuai respons positif dari banyak pihak, sampai-sampai memenangkan lima trofi di Grammy Awards 2014, termasuk Album of the Year dan Record of the Year untuk lagu Get Lucky.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: