50 Titik Panas Terpantau di Riau Pagi Ini


Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat ada sebanyak 50 titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Provinsi Riau, hari ini, Selasa (23/2/2021).

50 titik panas tersebut tersebar di 6 kabupaten/kota, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis. Hal tersebut disampaikan Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Bibin Sulianto.

Bibin mengatakan, titik panas tersebut masing-masing tersebar di Kabupaten Bengkalis dengan jumlah 17 titik, Kota Dumai 13 titik dan Rokan Hilir 12 titik. Selanjutnya di Kabupaten Siak 6 titik Kepulauan Meranti 1 titik dan Kabupaten Pelalawan 1 titik.

Ia mengatakan, dari jumlah tersebut 11 titik diantaranya berada di level tinggi. Hal ini bisa diartikan di wilayah tersebut dipastikan ada aktivitas kebakaran hutan dan lahan. Titik api tersebut tersebar di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 2 titik, Dumai 5 titik dan Bengkalis sebanyak 4 titik.

“Untuk 39 titik lainnya berada di level rendah dan sedang. Rinciannya satu titik di level rendah dan 38 titik berada di level sedang. BMKG terus mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.

Sementara itu suhu udara Riau hari ini berada di angka 23.0 – 34.0 derajat celcius dengan kelembapan udara 50 – 96 %. Sementara arah angin berhembus ke Utara – Timur dengan kecepatan 10 – 36 Km/jam.

Sebelumnya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan beberapa arahan yang harus dilakukan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Indonesia.

Ia menerangkan, yang pertama yaitu prioritaskan upaya pencegahan. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama jangan sampai terlambat.

Ia menjelaskan, di negara besar pun ada kejadian kebakaran, bahkan sampai ada kota yang ikut terbakar. Hal-hal seperti itu harus dijadikan pelajaran, prioritaskan pencegahan jangan sampai terlambat karena kalau sudah terlambat diguyur dengan water bombing sebanyak apapun belajar dari pengalaman sudah terlanjur sulit dipadamkan.

“Api boleh keluar kecil tapi segera dipadamkan, pencegahan diprioritaskan,” tuturnya dalam Rakornas Karhutla 2021, di Istana Negara yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Negara, Senin (22/2/2021).***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: