Selasa , Juni 15 2021

Gaduh Dengan Demokrat, Moeldoko Ditegur Jokowi

jokowi dan moeldoko
Presiden Joko Widodo bersama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan istana sudah menerima surat dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Surat AHY tersebut berisi permintaan klarifikasi kepada Jokowi terkait dugaan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terlibat dalam upaya mengambil alih paksa kepemimpinan Demokrat. Namun, Pratikno menyebut surat itu tak perlu dibalas.

“Kami sudah menerima surat itu dan kami rasa kami tidak perlu menjawab surat tersebut karena itu perihal dinamika internal partai. Itu adalah perihal rumah tangga internal Partai Demokrat yang semuanya sudah diatur di dalam AD/ART,” ujar Pratikno, Kamis (4/2/2021)

Meski begitu, cawe-cawe Moeldoko dalam kisruh internal Demokrat yang mendapat sorotan membuat gerah Presiden Jokowi. Sumber di pemerintahan menuturkan Jokowi menegur keras Moeldoko karena telah membuat gaduh di tengah kerepotan pemerintah menangani pandemi Covid-19.

“Presiden meminta Moeldoko menghentikan ribut-ribut dengan Partai Demokrat,” kata sumber itu seperti dikutip Koran Tempo edisi Jumat (5/2/2021).

Setelah ditegur Jokowi, Moeldoko menggelar konferensi pers secara langsung di rumahnya, di kawasan Menteng, Jakarta, pada Rabu sore lalu. Padahal, Senin malam lalu, Moeldoko juga telah menyiarkan bantahan melalui konferensi virtual perihal tudingan akan mengkudeta AHY dari kursi Ketua Umum Demokrat.

Kabar ditegurnya Moeldoko oleh Jokowi disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapillu) Partai Demokrat (PD) Andi Arief.

“KSP Moeldoko sudah ditegur Pak Jokowi. Mudah-mudahan tidak mengulangi perbuatan tercela terhadap Partai Demokrat,” kata Andi Arief kepada wartawan, Jumat (5/2/2021).

Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sempat mengungkapkan isu adanya upaya kudeta dari pejabat pemerintah lingkar Presiden Jokowi. Nama Moeldoko kemudian tersebut, namun Moeldoko kemudian membantah isu kudeta Demokrat tersebut.

Secara internal Partai Demokrat, Andi Arief menyebut masih ada senior yang kurang legowo dengan Agus Harimurti Yudhoyono menjadi Ketum Partai Demokrat. Menurut Andi Arief hal tersebut bagian dari masa lalu.

“Buat beberapa senior partai yang kecewa dan kurang legowo dipimpin generasi muda (AHY), kami maklumi. Itu sisa-sisa feodalisme, tugas partai untuk mendidik,” ungkapnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: