Gosip

Helfizon Assyafei

(Catatan akhir pekan)

Waktu kadang seperti ayunan. Begitu cepat. Baru kemarin rasanya akhir pekan, sekarang sudah akhir pekan lagi. Waktu tidak pernah menunggu apakah kita mengisinya dengan kebaikan atau tidak, ia terus berjalan. Bagi orang biasa seperti saya, akhir pekan tidaklah terlalu spesial. Biasa saja. Kadang tak kemana-mana juga. Sering terkena tekanan dana rendah malah.

Tapi bagi orang tak biasa (terkenal), tentu akhir pekan itu penting. Bagi Nissa Sabyan misalnya. Harus show di mana. Harus pakai baju apa. Oh ya saya baru ‘loading’ orang-orang pada heboh soal artis satu ini ya? Ah Nissa Sabyan mengapa jadi begitu? Dan orang yang hatinya berpenyakit mulai menyerang hijab yang dikenakannya. Salawat yang dibacanya.

Orang-orang pembenci yang selalu menunggu kesempatan untuk mencerca nilai Islami yang mulia itu. Kapan saja ada kesempatan. Jangankan di zaman ini, di zaman Nabi saja orang seperti itu ada. Kini olok-olok itu makin menjadi-jadi; pelakor syariah..Astaghfirullah.

Padahal manusia siapa saja dia, bisa salah. Entah itu yang mencerca ataupun dicerca. Bahkan polisi satnarkoba pun bisa tertangkap pesta narkoba. Meski itu mencoreng nilai seragam tetapi sekali lagi itu oknum. Seragamnya tidak salah. Yang salah oknumnya menyalahgunakan seragam untuk kepentingan pribadinya.

Islam itu indah, tertib dan damai. Haram mengambil hak orang lain. Tetapi terkadang kuatnya nafsu (yang memang selalu mengajak pada keburukan) bisa mengalahkan aturan itu. Tanyalah setiap orang normal, tidak ingin menjadi orang yang salah. Tapi keadaan, kondisi, dan kelemahan kita melawan nafsu diri sendiri bisa saja membuat kita terjerumus salah. Kadang kita yang salah tapi nilai-nilai islami yang dibully.

Teringat lagu dangdut lama, judulnya Nurlela. Bait-baitnya yang egois itu mendendangkan begini; Aku tak perduli kau milik siapa. Apakah ku berdosa bila mencintai diri mu. O Nurlelaaa. Seandainya hari ini kudapatkan cinta mu, tak akan aku lepaskan walau memutih rambut ku. Ini lagu ketika seorang tak menemukan atau jatuh hati pada orang yang tidak tepat. Yang penting jatuh cinta dulu. Tepat ngga tepat urusan belakang. Onde mande..

Mungkin Nissa tidak pernah dengar lagu lama itu. Tapi tak harus mendengar dulu untuk bisa melakukannya. Nisa sudah melakukannya. Banyak yang kecewa karena berharap dialah ikon anak milenial yang bisa jadi teladan; soleha, kreatif dan baik. Cinta itu memang indah. Tapi bila jatuh di tempat yang tidak tepat bisa merepotkan. Jadi gosip. Makin digosok makin sip. Ingat kata Bang Napi: Waspadalah..waspadalah..

20 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: