Minggu , Oktober 17 2021

Pinangki Ajukan Banding Usai Divonis 10 Tahun Penjara

Pinangki Sirna Malasari
Pinangki Sirna Malasari, jaksa yang tersangkut kasus pelarian Djoko Tjandra kenakan rompi pink khas tahanan khusus Kejagung. (Foto: Detik)

Jakarta (Riaunews.com) – Pinangki Sirna Malasari divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan karena terbukti menguasai USD 450 ribu dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra serta melakukan TPPU dan permufakatan jahat. Pinangki mengajukan banding atas vonis itu.

“Iya Pinangki mengajukan banding kemarin (Senin, 15/2). Otomatis, kita, JPU (jaksa penuntut umum), juga harus banding,” ujar jaksa Nur Pamudji Yanuar Utomo saat dihubungi, Selasa (16/2/2021).

Diketahui, Pinangki divonis 10 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Pinangki dinyatakan hakim terbukti menguasai suap USD 450 ribu dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA), dan melakukan TPPU, serta melakukan permufakatan jahat untuk mengupayakan fatwa MA.

Pinangki melanggar Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Pinangki juga bersalah melakukan permufakatan jahat melanggar Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

Selain itu, Pinangki melanggar pasal pencucian uang, yaitu Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan TPPU.

Putusan hakim ini diketahui lebih tinggi dari tuntutan jaksa. Jaksa dalam surat tuntutannya menuntut Pinangki dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: