Selasa , Juni 22 2021

PTPN Ingin Habib Rizieq Kembalikan Lahan Mereka Secara Cuma-cuma

markaz syariah
PTPN Ingin lahan mereka yang di Megamendung, Bogor, dan dijadikan Ponpes Markaz Syariah oleh Habib Rizieq Shihab dikembalikan secara cuma-cuma. (Foto: CNN Indonesia)

Jakarta (Riaunews.com) – Kuasa Hukum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII (Persero) Ikbal Firdaus meminta agar lahan Pondok Pesantren Alam Agrokultral Markaz Syariah milik Rizieq Shihab yang dibangun di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat segera dikembalikan secara cuma-cuma kepada pihaknya.

“Buat seluruh pihak yang menguasai lahan milik PTPN VIII, termasuk Markaz Syariah kami harapkan mau menyerahkan secara cuma-cuma kepada pihak PTPN VIII,” kata Ikbal dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Senin (15/2/2021).

Ikbal mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk menyelamatkan aset negara termasuk lahan berstatus hak guna usaha (HGU) milik PTPN VIII. Terlebih, Ia menyatakan sudah ada beberapa okupan yang mengembalikan tanahnya kepada PTPN usai dilayangkan somasi pada akhir Desember 2020.

Diketahui, Rizieq merupakan salah satu dari 250 orang yang menguasai lahan HGU milik PTPN VIII di sekitar lokasi pesantren. Ratusan orang itu telah dilayangkan somasi dan dilaporkan ke kepolisian oleh PTPN VIII.

“Alhamdulillah sudah ada beberapa [okupan] yang menyerahkan secara cuma-cuma. Sudah ada beberapa, belum bisa saya buka,” kata dia.

Selain itu, Ikbal menegaskan pihaknya masih menunggu penyelidikan dari Polda Jabar dan Bareskrim Mabes Polri bila ada keputusan untuk mengosongkan lahan di pesantren tersebut. Ia menyerahkan semua persoalan tersebut kepada penyidik kepolisian.

“Terkait hal itu kita serahkan seluruhnya ke penyidik sambil berjalan proses hukumnya, saya tidak mau mendahului upaya yang sedang dilakukan penyidik,” kata dia.

Polemik lahan pesantren milik Rizieq ini bermula ketika PTPN VIII melayangkan somasi kepada pihak Yayasan Markaz Syariah yang berisi permintaan mengosongkan lahan pada akhir Desember 2020. Surat somasi tersebut bernomor SB/11/6131/XII/2020.

Dalam surat itu dijelaskan, lahan yang menjadi lokasi pembangunan pesantren diklaim merupakan aset milik PTPN VIII berdasarkan sertifikat HGU Nomor 299 pada 4 Juli 2008.

Rizieq sendiri sudah dilaporkan oleh PTPN VIII ke Bareskrim Polri terkait dugaan penggunaan lahan tanpa izin untuk dibangun Pondok Pesantren.

Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/0041/I/2021/Bareskrim tertanggal 22 Januari 2021. Muhammad Rizieq Shihab selaku ulama dan Gabriele Luigi Antoneli selaku pastor tercatat sebagai terlapor.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: