Selasa , Juni 22 2021

Semburan Gas di Pesantren Al Ihsan Pekanbaru Berubah Jadi Lumpur

semburan gas
Lumpur yang keluar dari awalnya semburan gas dari dalam tanah di Pesantren Al Ihsan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. (Foto: Media Center Riau)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Semburan gas dari dalam tanah di Pesantren Al Ihsan Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru berubah jadi lumpur. Bahkan, warga sekitar mendengar ledakan yang sangat kuat hingga mengakibatkan batu-batu dari dalam tanah berhamburan.

Pantauan Mediacenter Riau Jumat (5/2/2021), kondisi sejumlah bangunan pesantren sudah luluh lantak tidak bisa digunakan lagi.

Semburan hebat hingga menghancurkan sejumlah bangunan yakni, satu aula, dua kelas, satu kantor, satu kamar mandi, kantin koperasi, dan dua kamar tidur santri.

Sebagian atap pada bangunan nampak sudah roboh akibat tertimpa batu dan debu berwarna abu-abu mirip abu vulkanik. Sebagian bangunan lainnya ada yang masih utuh namun tertutupi debu. Di dalam gedung juga bertaburan batu-batu warna abu-abu yang terbentuk dari debu itu.

Jalanan sekitaran pesantren tidak lagi kuning seperti sedia kala. Kini, warna abu-abu mendominasi bangunan, jalanan, serta pepohonan di sekitaran semburan gas. Pohon sawit dengan jarak puluhan meter dari sumur gas juga mati.

Pengurus Pesantren Al Ihwan sejak pagi hari mulai mengangkut barang-barang yang masih bisa digunakan, diantaranya, pakaian, lemari, dan peralatan layak pakai lainya.

“Iya, sudah menjadi lumpur sekarang. Kemarin hanya gas yang keluar sekarang sudah semakin parah,” kata Kadis Kominfotik Pemprov Riau Chairul Riski, Jumat (5/2/2021).

Tria (26), salah satu warga yang berdomisli tak jauh dari sumur gas mengaku kaget mendengar ledakan pada Kamis (4/2) malam sekitaran pukul 20.00 Wib.

Semburan gas
Sejumlah bangunan di Pesantren Al Ihsan akibat kuatnya semburan gas yang terjadi. (Foto: Media Center Riau)

“Kami dengar ledakan semalam kuat kali, dari habis shalat Isya, sampai tengah malam. Kuat lah kayak merecon, batu-batu itu ke atas, makanya kami gak tidur sini, takut meledak,” kata Tria.

Tria bersama keluarganya terpaksa mengungsi sejak malam tadi ke rumah saudaranya yang jauh dari lokasi. Mereka berharap pemerintah dan perusahaan gas yang beroperasi di sekitar lokasi segera menyelesaikan persoalan gas tersebut.

“Kami ramai-ramai mengungsi karena takut. Kami ke rumah saudara, kalau rumah kami dekat di sini. Mudah-mudahan pemerintah cepat menyelesaikan masalah ini,” harapnya.

Tria sempat merasa sesak nafas akibat debu-debu yang berterbangan ke dalam rumahnya. Dia khawatir kejadian itu berakibat fatal bagi keluarganya dan warga lainnya.

“Tadi malam nafas kami sesak juga karena debunya ngeri kali. Sampai sekarang kami masih menggungsi. Ada sekitar 10 KK (Kepala Keluarga) kami mengungsi,” katanya.

Kepala Sekolah Pesantren Al-Ihsan Untung Wahyudi, mengatakan tembakan gas itu membuat mereka kaget dan langsung menghentikan proses belajar mengajar.

“Rencana untuk sementara seluruh siswa akan dievakuasi ke pondok pusat yang ada di Kubang. Pesantren ini memiliki 34 santri,” kata Untung.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: