Selasa , Juni 15 2021

Tinjau Banjir Semarang, Risma: Sudah Dua Hari Masak Belum Surut

Banjir Semarang
Mensos Tri Rismaharini melakukan peninjauan daerah yang terendam banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Foto: Antara)

Semarang (Riaunews.com) – Menteri Sosial Tri Rismaharini meninjau langsung beberapa wilayah di Kota Semarang yang dilanda banjir.

Didampingi Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dan Wakil Walikota Semarang, Hevearita G Rahayu, Risma meninjau langsung lokasi tanah longsor yang berada di RT 3 RW 1, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari.

Di lokasi itu, Risma melihat langsung bekas reruntuhan beberapa rumah yang longsor pada Sabtu kemarin (6/2/2021).

Risma juga memberikan bantuan kepada korban tanah longsor dan dapur umum yang disediakan untuk para korban yang rumahnya lenyap akibat longsor.

Pada kesempatan itu, Walikota Semarang juga memberikan uang tali asih kepada korban tanah longsor yang meninggal dunia.

“Memang kondisinya saat ini cuaca sangat ekstrem dan kita tidak bisa nebak. Kalau dulu mungkin aman, tapi kondisi sekarang hujan sangat ekstrem,” kata Risma saat melakukan tinjauan di Jomblang, Ahad (7/2/2021).

Menurut Risma, Kementerian Sosial pasti akan memberikan bantuan terkait tempat tinggal, meski belum diketahui nantinya dalam bentuk apa.

Namun Risma berpesan, ke depan warga yang terdampak longsor atau pun yang tinggal di daerah tebing rawan longsor lebih baik pindah atau menempati daerah yang lebih aman, terutama saat hujan turun cukup lebat.

“Sebetulnya kalau dilihat harus ada treatment khusus, karena kalau mereka masih menempati di situ, kita tidak akan tahu kondisi cuaca seperti ini. Nanti untuk rumah terdampak itu Pemkot Semarang bisa ajukan ke kami, tapi jangan ditempati lagi karena sudah bahaya,” tegasnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJateng.

Selain meninjau korban tanah longsor, Mantan Walikota Surabaya ini juga meninjau dan memberikan bantuan untuk korban banjir yang ada di wilayah Muktiharjo Kidul dan Gayamsari.

Saat melihat banjir di Muktiharjo Kidul yang masih setinggi lutut orang dewasa, Risma meminta agar petugas Kali Tenggang membuka semua pompa agar banjir cepat surut.

Melalui sambungan telepon, Risma berbicara langsung dengan petugas pompa Kali Tenggang dan petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.

“Sampai malam ini, ternyata pompa kali Tenggang belum dibuka semua, saya sudah minta kepada petugasnya untuk bisa dibuka semua, karena kasihan jika banjirnya berlarut-larut. Ini sudah dua hari loh, masa belum surut juga.” tandasnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: