Selasa , Juni 15 2021

Anggota DPR RI Nilai Ada Potensi Diskriminasi Pada Sidang HRS

Habib Rizieq Shihab membentangkan tulisan “TIDAK TERDENGAR” saat sidang yang berlangsung Selasa (16/3/2021). (Foto: Tangkapan layar Youtube kanal FNN)

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi III DPR RI Aboebakar Alhabsyi, meminta Komisi Yudisial (KY) dan Komnas HAM turun tangan memantau persidangan perkara atas terdakwa Habib Rizieq Shihab. Pasalnya, ia menilai ada potensi pelanggaran soal dalam persidangan tersebut.

Aboe menilai, potensi pelanggaran tersebut yakni Rizieq sebagai terdakwa terkesan seperti dipaksakan bersidang secara online atau virtual. Padahal, kata Aboe, Habib Rizieq meminta hadir langsung secara offline ke ruang sidang.

“Kami minta Komisi Yudisial memberikan atensi pada kasus ini, karena kasus ini menjadi perhatian publik,” kata Aboe dalam keterangannya, Senin (22/3/2021).

“Tentunya KY seharusnya memastikan persidangan berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Demikian pula Komnas HAM, seharusnya memantau persidangan tersebut,” sambungnya.

Sekjen PKS tersebut mengatakan, seharusnya Habib Rizieq dalam persidangan diperlakukan sebagai warga negara sebagaimana umumnya dalam pengadilan. Ia mengatakan, harus ada prinsip before the law.

“Pemenuhan acara pidana adalah salah satu parameter untuk memastikan bahwa hukum dilaksanakan sebagaimana mestinya. Karena bangsa ini menyepakati bahwa Indonesia adalah negara hukum. Hal ini sebagaimana diatur dalam pasal 1 ayat (3) UUD 1945,” tuturnya.

Aboe mengklaim, terkait Habib Rizieq yang tak diperkenankan hadir langsung dalam persidangan disebut akan mengurangi hak-hak sebagai terdakwa. Ia pun membandingkan Habib Rizieq dengan kasus terdakwa korupsi Djoko Tjandra.

“Apalagi pada kasus lain seperti kasus Djoko Tjandra sampai dengan Pinangki semua tersangka bisa leluasa menghadiri persidangan. Tentu ini menjadi preseden tidak baik, ketika seolah-olah terlihat ada diskriminasi. Di mana seorang tersangka ngotot mau bersidang namun jaksa tidak menghendaki,” tandasnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: