Rabu , Juni 16 2021

Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat, Gde Siriana: Kenapa Tak Dijadikan Test Drive Mobil Esemka?

Gde Siriana Yusuf
Gde Siriana Yusuf

Jakarta (Riaunews.com) – Sepinya aktivitas di Bandar Internasional Kertajati sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada Mei 2018 lalu, membuat pengelola dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berputar otak untuk mencari pemasukan dari proyek yang sudah menghabiskan uang negara ratusan miliar tersebut.

Salah satunya dengan menjadikan bandara yang terletak di Majalengka tersebut sebagai bengkel pesawat.

Namun hal itu mendapat sorotan dari Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf.

Melalui akun media sosial Twitter, Gde Siriana menilai perubahan fungsi Bandara Kertajati menjadi bukti tidak ada feasibility study yang komprehensif sebelum membuat proyek.

“2 tahun kemudian, koq malah jadi bengkel? Ini bukti tidak ada feasibility study yg komprehensif,” cuitnya melalui akun @SirianaGde, Rabu (31/3/2021).

Gde Siriana kemudian menyarankan agar bandara internasional tersebut sebaiknya juga digunakan sebagai tempat test drive mobil esemka.

“Bgm klo dijadikan arena test drive mobil esemka?” sindirnya.

Upaya untuk mengoptimalkan Bandara Internasional itu pun dilakukan pemerintah provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, selain mengangkut penumpang dan kargo, Bandara Internasional Kertajati bakal difungsikan sebagai bengkel pesawat.

“Bandara Kertajati akan difokuskan juga pada MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) sehingga semua pesawat bisa maintenance di sana,” ungkap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dalam rapat dengan Jokowi, Emil menyampaikan bahwa sudah ada maskapai penerbangan internasional yang berminat membuka MRO di Bandara Internasional Kertajati. Tentunya hal itu menjadi pertimbangan fungsi Bandara Internasional Kertajati di luar mengangkut penumpang dan kargo.

“Juga saya laporkan ke Pak Presiden ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat membuka MRO maskapainya di Kertajati,” ujar Emil.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: