Selasa , Juni 22 2021

Dibekuk Polisi, Ini Cairan Filler yang Disuntikkan Pelaku ke Payudara Monica Indah

Monica Indah

Jakarta (Riaunews.com) – Polisi menetapkan YJ dan suaminya, S sebagai tersangka kasus dugaan malpraktik filler payudara kepada model Monica Indah. Polisi menyebut Monica Indah diberi cairan hyaluronic acid untuk suntikan filler itu.

“Hyaluronic acid. Masih sedang kita konsultasikan dengan dokter, kebetulan korban saat ini tidak ada di sini. Informasi terakhir sedang di Bali, sedang perawatan,” ujar Kapolres Metro Jakut Kombes Guruh Arif Darmawan di kantornya, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (26/3/2021), dilansir detikcom.

Polisi memastikan bahwa YJ, pelaku malpraktik filler payudara ke model Monica Indah bukan seorang dokter. Selain mengaku dokter, tersangka YJ juga sempat mengaku memiliki keluarga dari kalangan kepolisian.

“Statusnya bukan dokter. Kemarin dia mengaku bahwa dia adalah keluarga dari polisi, ternyata bukan,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan kepada wartawan di kantornya, Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara, Jumat (26/3/2021).

Kedua pelaku diamankan pada Ahad (21/3) di daerah Lampung. YJ dan suaminya, S diketahui sama-sama melarikan diri ke kampung halamannya itu.

Polisi mengungkap bahwa YJ bukan seorang dokter, melainkan pemilik salon kecantikan. Salonnya ada di Kota Tangerang.

“Sebenarnya dia aslinya sebagai tenaga di salon, pemilik salon,” terang Guruh.

Monica Indah mengaku lega dan bersyukur pelaku sudah ditangkap. Monica Indah mengapresiasi kinerja polisi yang telah menangkapnya.

“Aku salut banget sama Kepolisian Indonesia. Cepat, sigap, sangat membantu,” kata Monica dihubungi, Jumat (26/3/2021).

Sebelumnya, seorang model bernama Monica Indah melapor ke polisi atas dugaan malapraktik.

Diberitakan Viva.co.id, awalnya Monica tertarik melakukan filler payudara. Ia mendambakan bentuk payudara yang ideal.

Monica semakin yakin setelah melihat unggahan temannya yang merupakan seorang selebgram. Monica pun melakukan filler payudara.

Monica mendapat nomor seseorang berinisial YJ dari temannya tersebut. Monica kemudian memanggil YJ ke apartemennya pada 15 November 2020 untuk melakukan filler payudara.

YJ datang bersama suaminya yang berinisial SH. Mereka yang melakukan filler payudara terhadap Monica. Masalah muncul kemudian, seperti apa? Baca artikel ini selanjutnya.

“Namanya YJ dan suaminya, SH, dia datang. Mulailah tuh pengerjaan. Mungkin agak banyak juga kemungkinan 450 cc dan 420 cc (suntikan filler di payudara kanan-kiri), aku juga lupa pastinya. Dimasukin cairan disuntikin ke payudara, sebelumnya dianestesi dulu,” ujar Monica dikonfirmasi, Selasa 16 Maret 2021.

Monica menjelaskan, YJ saat itu tidak menjelaskan apa efek samping dari filler payudara yang dilakukannya. Namun YJ meyakinkan dirinya, tindakan yang dilakukan tersebut aman. YJ juga memberikan resep obat untuk Monica jika mengalami keluhan usai penyuntikan filler payudara.

Berselang seminggu, Monica mengalami demam dam merasakan nyeri yang teramat di payudaranya. Monica dibawa ke sebuah rumah sakit oleh teman-temannya. Pihak rumah sakit menyarankan Monica dioperasi karena infeksi yang dideritanya sudah parah.

“Ya dibilang dokter infeksi, tapi infeksinya parah banget, yang gerak pun perih banget, enggak bisa apa-apa pokoknya. Aku dirawat di RS selama 2 minggu. Setelah dioperasi, baru ketahuan banyak nanah di payudara,” ujarnya.

Setelah dirawat selama dua minggu, Monica diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Tapi rupanya penderitaannya belum selesai. Pada Januari 2021, payudara Monica pecah. Monica, yang saat itu sudah berada di kampung halaman di Semarang, Jawa Tengah, kembali dioperasi.

“Setelah itu aku perawatan jalan, setelah itu tidak lama payudara aku terasa kayak mau pecah, empuk banget, bener-bener empuk banget payudaranya itu, cuma kayak ditusuk jarum udah langsung pecah kali. Setelah dia pecah masih keluar banyak nanah pokoknya. Setelah itu bolongnya makin lama makin gede yang bekas infeksi yang memerah itu pecah. Itu kemudian saya dioperasi di RS di Semarang,” ujarnya.

Monica Indah sempat meminta pertanggung jawaban YJ, namun tidak terlihat ada iktikad baik. Monica kemudian melaporkan YJ ke Polsek Penjaringan atas dugaan tindak pidana alat kesehatan tanpa izin edar.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: