Selasa , Juni 15 2021

Habib Rizieq Shihab Pilih Tak Hadiri Sidang Virtual, Dakwaan Dilanjut

Habib Rizieq Shihab memilih untuk tidak lagi mengikuti persidangan yang dilakukan secara virtual.

Jakarta (Riaunews.com) – Terdakwa kasus kerumunan Covid-19, Habib Rizieq Shihab memilih untuk tidak menghadiri kembali persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan atas dirinya yang dipimpin Majelis Hakim dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim), Jumat (19/3/2021).

Habib Rizieq diketahui menjalani sidang dakwaan dari tiga kasus yang menjeratnya di PN Jaktim Jumat (19/3) hari ini. Dalam sidang dakwan pertama kasus Petamburan, hakim sempat menskors saat memasuki pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Namun, Habib Rizieq tak hadir saat sidang kembali dilanjutkan. Hakim mengonfirmasi bahwa Habib Rizieq tidak ada di ruang persidangan saat sidang akan dilanjutkan ke pembacaan dakwaan kasus kerumunan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Namun, hakim yang mengetahui kepergian Habib Rizieq memutuskan untuk melanjutkan sidang dan meminta agar JPU mempersingkat pembacaan dakwaan.

“Karena ini terdakwa tidak ada di dalam persidangan, dia keluar ya, kemudian untuk perkara 226 (Megamendung) yang lokusnya di Megamendung, langsung ke dakwaan aja,” ujar hakim ketua Suparman Nyompa.

Sejak dibawa dari rutan Bareskrim ke ruang persidangan virtual, Habib Rizieq diketahui memang sempat berontak karena menolak menjalani sidang virtual. Dijaga ketat aparat, Habib Rizieq bilang bahwa dirinya bersedia menunggu vonis kasusnya dari dalam sel tahanan.

Kepada hakim, Habib Rizieq mengeluh bahwa dirinya dipaksa dan dihinakan oleh petugas yang membawanya ke ruang sidang.

“Saya ikhlas, saya rida, saya tunggu vonisnya dari dalam sel, berapa pun yang ditetapkan, saya rida. Jadi saya tidak pernah mendapatkan keadilan kalau sidangnya melalui online,” ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq didakwa dengan sejumlah pasal dalam kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung. Ia dianggap melanggar protokol kesehatan di Megamendung dan didakwa mengabaikan imbauan Wali Kota Jakara Pusat dalam kasus kerumunanan di Petamburan.

Dari kasus Petamburan, Habib Rizieq dijerat lima pasal alternatif dengan ancaman penjara maksimal selama enam tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: