Minggu , Oktober 17 2021

Jhoni Allen Sebut SBY Tak Berkeringat dan Berdarah di Demokrat

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dituding Jhoni Allen bukan pendiri Partai Demokrat.

Jakarta (Riaunews.com) – Eks politikus Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak berkeringat dalam meloloskan partai saat hendak berpartisipasi sebagai parpol peserta pemilu 2004.

“Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali, apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan,” kata Jhoni dalam keterangan videonya, Senin (1/3/2021).

Jhoni menyebut SBY baru bergabung dengan Partai Demokrat setelah parpol berlogo bintang mercy itu lolos verifikasi KPU untuk mengikuti Pemilu 2004.

Ia mengatakan saat itu SBY menempatkan Istrinya, almarhumah Ani Yudhoyono sebagai salah satu jajaran wakil ketua umum Demokrat. SBY, kata dia, baru bergabung dalam acara yang digelar Demokrat usai menyatakan mundur sebagai Menko Polhukam di era Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri.

“Dan hanya menyumbang uang Rp100 juta dalam bentuk 4 travel check di hotel di Bogor. Pak SBY setelah mundur dari kabinet Ibu Megawati baru muncul pada acara Partai Demokrat di Hotel Kinasih di Bogor. Saat itu saya ketua panitianya. Ini menegaskan SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat,” kata dia.

Lebih lanjut, Jhoni menjelaskan bahwa pendirian Partai Demokrat diteken oleh 99 orang pendiri partai di Jakarta yang disahkan dalam akta notaris. Setelah itu, bermunculan para pendiri dan jajaran pengurus Partai Demokrat di seluruh wilayah Indonesia.

Setelah itu, para pengurus di seluruh Indonesia itu saling berjuang agar Partai Demokrat bisa lolos tahapan verifikasi KPU untuk kepentingan Pemilu 2004.

“Saya beserta para pendiri dan senior partai Demokrat adalah pelaku sejarah Partai Demokrat. Saya menyatakan bahwa di dalamnya perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah, bekerja keras tidak mengenal lelah dan waktu untuk bersama-sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU untuk menjadi peserta Pemilu 2004,” kata Jhoni.

Di sisi lain, Jhoni menilai sudah tertanam di benak masyarakat bahwa Partai Demokrat dicap sebagai partai dinasti sejak Kongres Luar Biasa (KLB) pertama di Bali pada 2013. Kala itu, SBY menjadi Ketum dan anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono menjadi Sekjen Partai Demokrat.

Menurutnya, Demokrat diklaim sebagai satu-satunya parpol dinasti pertama di Indonesia di mana ayah dan anaknya menduduki posisi di pucuk pimpinan partai secara bersama.

“Ini baru pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia, untuk pertama kali partai politik bapaknya SBY ketum, anaknya sekjen. Sejatinya SBY telah melakukan pengingkaran fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat,” kaya dia.

Jhoni Allen merupakan satu dari enam kader Partai Demokrat yang telah diberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat. Selain Jhoni, terdapat nama Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya hingga Marzuki Ali juga telah diberhentikan.

CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi Ketua Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron untuk menjawab tudingan tersebut. Namun yang bersangkutan belum menjawab sampai berita ini diturunkan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: