Selasa , Juni 22 2021

Juventus Dinilai Salah Beli Ronaldo

Cristiano Ronaldo.
Cristiano Ronaldo.

Turin (Riaunews.com) – Mantan Presiden Juventus Giovanni Cobolli menilai Bianconeri gagal di Liga Champions karena salah membeli Cristiano Ronaldo pada musim 2018.

Dilansir CNNIndonesia, Jumat (12/3/2021), Juventus membeli Ronaldo dari Real Madrid dengan harapan bisa juara Liga Champions setelah kali terakhir kampiun pada musim 1995/1996 dan selanjutnya hanya menjadi runner-up dalam lima kesempatan, terakhir pada final 2016/2017.

Akan tetapi, pembelian Ronaldo senilai 100 juta euro untuk kontrak empat tahun itu belum membuahkan hasil. Dalam tiga kesempatan terakhir di Liga Champions, Juventus hanya mentok di perempat final.

Bahkan, dalam dua musim beruntun belakangan, Si Nyonya Tua justru gagal di babak 16 besar. Giovanni Cobolli menyebut hal tersebut karena Ronaldo merupakan pembelian salah bagi Juventus.

“Cristiano Ronaldo adalah pembelian yang salah? Tentu saja ya. Saya mengatakannya sejak hari pertama, menunjukkan penghargaan untuk seorang juara yang hebat, tapi dia terlalu mahal dan terlalu menentukan,” kata Cobolli kepada Radio Punto Nuovo dikutip dari Marca.

Ronaldo datang ke Turin dengan latar belakang menjuarai Liga Champions bersama Madrid dalam tiga musim beruntun. Akan tetapi, kehebatan Ronaldo di Madrid tidak menular di Juventus.

Dengan sisa kontrak tersisa satu musim, rumor masa depan Ronaldo mengemuka. Juventus diklaim lebih baik menjual Ronaldo yang diisukan kembali ke Madrid atau Manchester United.

“Menjual Ronaldo atau tidak itu urusan Juventus, tapi itu bernilai satu juta per gol,” tutur Cobolli.

Cobolli tidak saja membicarakan soal Ronaldo, tetapi juga keputusan Juventus merekrut Andrea Pirlo sebagai pelatih.

“Agnelli mengambil risiko. Saya tidak kritis terhadap Pirlo, saya juga memiliki pengalaman dengan [Ciro] Ferrara. Tim memiliki sosok penting, seperti [Paulo] Dybala, tapi apakah dia akan bermain? Juventus perlu membangun kembali,” kata Cobolli.

Lebih dari itu Cobolli juga menyebut Pavel Nedved yang mengamuk usai di pinggir lapangan usai Juventus tersingkir, belum layak menjadi wakil presiden klub.

“Nedved menghajar papan reklame? Saya mengenalnya sebagai juara yang hebat, tetapi dia tidak memiliki kemampuan menjadi wakil presiden. Dia harus memikirkan kembali perannya,” ucap Cobolli.

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: