Minggu , Juni 20 2021

Kapal Kontainer Superbesar Kandas Dalam Posisi Melintang, Terusan Suez Ditutup

Sebuah kapal kontainer yang dioperasikan Evergreen Marine Corp Taiwan kandas dengan posisi melintang di Terusan Suez.

Suez (Riaunews.com) – Terusan Suez yang dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia, untuk sementara tidak bisa dilewati karena kandasnya sebuah kapal kontainer super besar.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (24/3/2021), kapal yang disewa oleh Evergreen Marine Corp Taiwan tersebut sejatinya hendak menuju Rotterdam, Belanda. Namun saat melewati terusan yang menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mediterania ini kapal kandas dalam posisi melintang, hingga menghalangi kapal lain.

Kapal dengan panjang 400 meter, lebar 59 meter yang mampu mengankut 20.000 kontainer sekali jalan dan berbobot 200.000 ton tersebut kandas sekitar pukul 7:40 pagi waktu setempat (05:40 GMT)

Gambar yang diposting di media sosial menunjukkan kapal itu, dengan muatan penuh, memblokir seluruh jalur kanal.

Evergreen mengatakan pemilik kapal telah menginformasikan bahwa kapal tersebut terkena angin kencang yang tiba-tiba, menyebabkan lambung kapal menyimpang dari jalur air dan secara tidak sengaja menabrak dasar terusan sehingga kandas.

“Perusahaan telah mendesak pemilik kapal untuk melaporkan penyebab kecelakaan dan menyusun rencana dengan unit terkait seperti administrasi kanal untuk membantu kapal keluar dari masalah secepat mungkin,” kata Evergreen dalam sebuah pernyataan.

Sementara Otoritas Terusan Suez tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai keterangan.

Berusia lebih dari 150 tahun, Terusan Suez adalah salah satu rute perdagangan terpenting di dunia dan sekitar 10 persen dari semua perdagangan maritim internasional melewatinya.

Berdasarkan data Otoritas Terusan Suez (SCA), hampir 19.000 kapal, atau rata-rata 51,5 kapal per hari, dengan tonase bersih 1,17 miliar ton melewati kanal selama 2020.

Pada 2018, Terusan Suez juga sempat ditutup setelah kapal kontainer milik Yunani mengalami kerusakan mesin yang berujung pada tabrakan lima kapal.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: