Selasa , Juni 15 2021

Kemedikbud Disebut Akan Hapus Pelajaran Agama, Benarkah?

Jakarta (Riaunews.com) – Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia tengah dihebohkan dengan isu terkait penghapusan mata pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan tahun 2020-2035.

Dilansir dari Pikiran-rakyat.com, Selasa (9/3/2021), isu tersebut telah merebak dan sempat menimbulkan pro kontra bagi masyarakat. Apalagi, mata pelajaran agama menjadi dasar membentuk akhlak dan kepribadian para siswa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Hendarman dengan tegas membantah isu yang terlanjur menyebar luas di kalangan masyarakat itu.

Ia menegaskan bahwa informasi itu adalah hoax atau bohong. Kemendikbud tidak pernah berniat menghapus pelajaran agama di Indonesia.

“Kemendikbud tidak pernah berencana menghilangkan pelajaran agama dalam Peta Jalan Pendidikan 2020-2035. Mata pelajaran agama akan tetap ada,” katanya, dikutip dari Antara.

Menurut Hendrawan, pelajaran agama sangat penting, terutama di Indonesia. Sehingga Kemendikbud merefleksikannya pada profil Pelajar Pancasila.

Ia menuturkan jika susunan rencana Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 belum resmi dirilis dan masih berupa catatan saja.

“Dapat dilihat pada keterangan di setiap halaman bahwa dokumen tersebut masih berupa draf. Substansinya belum lengkap sehingga tidak dapat dikatakan dokumen final,” katanya.

Penyusunan rencana Peta Jalan Pendidikan ini berdasarkan masukan yang sangat positif dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Dalam perjalanannya, Kemendikbud telah bertemu dan meminta masukan kepada lebih dari 60 pihak,” kata Hendarman.

Dalam hal ini, pihak Kemendikbud telah melibatkan 60 pihak diantaranya dari organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, asosiasi profesi, institusi pendidikan, organisasi multilateral, dan lain sebagainya.

Untuk mewujudkan hal itu, saat ini status Peta Jalan Pendidikan Indonesia 2020-2035 masih berupa rancangan yang terus disempurnakan.

Seperti yang dikutip dari laman Pikiran-Rakyat.com Pihak Kemendikbud akan selalu mendengar dan menampung masukan serta kritik membangun dari berbagai pihak. Kemudian, segala bentuk kritikan dan masukan yang membangun akan ditindak lanjuti oleh Kemendikbud.

“Kemendikbud menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi berbagai kalangan demi penyempurnaan Peta Jalan Pendidikan 2020-2035 ini dan akan terus menyampaikan perkembangan terkait penyusunannya,” kata Hendarman

Sementara itu, dengan adanya Peta Jalan Pendidikan 2020-2035, Pemerintah berharap agar ekosistem pendidikan mampu menghasilkan anak-anak Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: