Selasa , Juni 15 2021

Menpora Desak Presiden BWF Diganti

Netizen memplesetkan BWF menjadi Badminton Without Fairplay setelah Tim Indonesia dipaksa mundur dari ajang All England 2021.

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mendesak presiden BWF diganti menyusul keputusan walkover yang merugikan Indonesia di All England 2021.

Zainudin Amali telah berkoordinasi dengan Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari dan Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna terkait drama pemaksaan mundur di All England.

Menpora menyebut, BWF gagal menggelar turnamen bergengsi dan tidak melindungi para atlet. Kontingen Indonesia dipaksa mundur dan harus menjalani isolasi 10 hari hanya karena berada satu pesawat dengan penumpang terduga positif Covid-19.

Padahal hasil tes PCR seluruh pemain dinyatakan negatif. Bahkan tiga wakil Indonesia sempat bermain dan menuai kemenangan di babak pertama.

“Ini unsur kesengajaan dari BWF dan saya mendorong NOC dengan segala jaringannya dapat reformasi BWF. Apakah ganti presidennya, harus diperbaiki. Kita sangat dirugikan,” kata Zainudin dalam konferensi pers, Jumat (19/3).

“Bulutangkis di posisi masuk grand design dalam 14 cabor unggulan. Kita sangat fokus dan tentu sebagai warga negara kami terluka. Upaya-upaya dilakukan Kementerian Luar Negeri sangat luar biasa dan ini dimonitor Pak Presiden untuk kami menyampaikan informasi,” terang politisi Golkar itu.

Menpora juga mengkritik kebijakan berbeda yang dikeluarkan BWF. Sebelum All England 2021 dimulai, diumumkan terdapat temuan kasus positif di tim Denmark, Thailand, dan India.

Namun setelah sehari berselang, orang-orang yang sempat dinyatakan positif tersebut melakukan tes ulang dengan hasil negatif dan bisa bertanding di All England.

“Bwf sangat tidak profesional, keliatan betul, mengelola kegiatan tapi asal-asalan. Padahal mereka tahu situasi sedang pandemi. Yang paling menyakitkan buat kita, perlakuan yang tidak adil. Ada peserta dari 3 negara, diswab positif, lalu tes mandiri dalam beberapa jam negatif hasilnya, kelihatan sekali sangat diskriminasi. Sedangkan kita dikurung,” beber Zainudin.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: