Selasa , Oktober 19 2021

Pembangunan Ibu Kota Baru DilanjutkanTahun Ini, Jokowi Ditargetkan Bisa Berkantor 2024

Presiden Joko Widodo saat meninjau lahan yang akan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur. (Foto: Detikcom)

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa memastikan pembangunan Ibu Kota Negara yang baru di Kalimantan akan dilanjutkan kembali pada tahun ini. Sehingga ditargetkan pada perayaan HUT RI ke-79 atau tepatnya 17 Agustus 2024 Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berkantor di Istana baru.

Kepastian itu disampaikan Suharso Monoarfa dalam acara rapat kerja Kementerian PPN bersama Komisi XI DPR, Rabu (17/3/2021). Keputusan melanjutkan pembangunan tersebut dikatakannya telah diputuskan oleh Presiden Jokowi.

“Dipastikan untuk pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan, akan dilanjutkan kembali pada tahun 2021 ini. Tanggal 17 Agustus 2024 itu presiden bisa melaksanakan, kita melaksanakan peringatan 17 Agustus di ibu kota negara yang baru,” kata Suharso dalam rapat kerja.

Namun menurut Suharso, hal tersebut hanya bisa terwujud jika herd immunity atau kekebalan komunal sudah bisa terbentuk. Oleh karena itu program vaksinasi menjadi sangat krusial dalam pembangunan ibu kota baru ini.

“Di dalam ibu kota negara itu misalnya yang kami sampaikan kepada bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mudah-mudahan kalau semuanya berjalan dengan baik dan vaksinasi ini benar-benar bisa mencapai herd immunity,” jelasnya.

Jika semuanya berjalan lancar, maka pembangunan Istana Negara akan dimulai pada tahun ini. Di mana, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung yang akan melakukan peletakan batu pertama atau ground breaking.

Menurut Suharso, jika terwujud, pembangunan istana negara di Ibu Kota baru ini bisa menjadi perangsang bagi sektor-sektor lainnya untuk ikut tumbuh. Di sisi lain, pembangunan ibu kota negara baru ini juga bisa menjadi faktor pendorong ekonomi Indonesia.

“Kita optimis mudah-mudahan Istana Presiden bisa di ground breaking pada tahun ini. Kalau itu bisa terjadi, kalau ya, ada kata kalau, itu akan terjadi pull factor di dalam ekonomi kita. dan dengan demikian orang ada trust kemudian sektor-sektor lain akan ikut dengan sendirinya,” jelasnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: