Senin , Juni 21 2021

Polisi Penembak Teman Kencan di Pekanbaru Terancam Dipecat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Oknum polisi yang menembak seorang wanita panggilan di di depan pintu masuk Grand Dragon, dekat Hotel Hollywood, di Jalan Kuantan Raya, Pekanbaru, Riau, terancam dipecat.

Sosok Bripda AP merupakan polisi kelahiran 1996 dan anggota Polres Padang Panjang, Polda Sumatera Barat.

Selain terancam hukuman pidana Bripda AP juga akan menjalani proses sidang kode etik Polri.

Apabila dinyatakan bersalah, dia pun terancam dicopot keanggotaannya dari Korps Bhayangkara.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo.

Irjen Sambo mengungkap dirinya sudah membuka komunikasi dengan Kapolda Sumbar dan meminta Kapolda memproses pidana oknum polisi tersebut.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Riau untuk segera proses pidana anggota tersebut secara tegas dan tuntas,” kata Irjen Sambo saat dihubungi, Ahad (14/3/2021).

Selain itu, jenderal polisi bintang dua ini mengaku sudah menginstruksikan Propam jajaran dalam hal ini Propam Polda Sumbar untuk segera memproses etik anggota tersebut.

Dia menginstruksikan agar sidang kode etik untuk proses pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Bripda AP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kejadian ini diduga dilatarbelakangi prostitusi online.

Pasalnya sebelum kejadian, pelaku membuka aplikasi perpesanan online untuk mencari wanita yang menemaninya atau dikenal dengan istilah open BO (booking out).

Melalui aplikasi perpesanan tadi, Bripda AP menemukan seorang wanita yang bisa disewa. Tak lama setelah itu datang perempuan inisial DO dan RO ke tempat AP.

Tak lama kemudian, DO dan RO pergi dengan alasan akan membeli pengaman atau kondom. Saat itu, Bripda AP merasa kedua wanita itu akan menipunya sehingga disusul ke bawah.

Hanya saja kedua wanita itu berusaha kabur sehingga Bripda AP mengeluarkan senjata api dan menembak. Tembakan ini mengenai RO di bagian pelipis mata.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: