Selasa , Juni 22 2021

Saksi Sebut Juliari Tunjuk Sritex Buat Tas Bansos

Juliari P Batubara
Juliari P Batubara, menteri kedua Jokowi yang ditangkap KPK.

Jakarta (Riaunews.com) – Terdakwa kasus suap bantuan sosial (bansos) covid-19 Adi Wahyono mengungkap mantan Menteri Sosial Juliari Batubara pernah merekomendasikan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex sebagai penyedia tas bansos covid-19.

Hal ini disampaikan Adi saat menjadi saksi secara virtual dalam sidang kasus suap bansos covid-19 bagi terdakwa Harry Van Sidabukke di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021).

“Setelah perjalanan itu hanya mendengar saja bahwa goodie bag yang Sritex itu arahan Pak Menteri (Juliari). Tapi dalam keputusan itu saya tidak ikut. Saya masuk barang itu sudah ada,” ucap Adi menjawab pertanyaan pengacara Harry.

Pengacara Harry itu sebelumnya menanyakan pihak yang merekomendasikan Sritex dalam pengadaan penyedia tas bansos kepada saksi Matheus Joko Santoso dan Adi.

“Terkait dengan Sritex, siapa yang melakukan rekomendasi atau referensi tersebut sehingga meloloskan Sritex dalam penyedia goodie bag bansos ini?” tanya pengacara Harry.

Sementara Matheus menjawab penunjukkan Sritex sudah ada sebelum ia ditunjuk Juliari sebagai pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial.

Berdasarkan pemberitaan Majalah Tempo, tercatat ada enam perusahaan yang diduga menerima proyek penyaluran bansos dari Kemensos. Selama beberapa bulan terakhir, mereka mendapat jutaan proyek paket bansos dengan nilai anggaran rata-rata di atas Rp300 miliar.

PT Sritex adalah satu dari enam perusahaan yang ditunjuk Kemensos untuk menggarap proyek pembuatan tas kain guna penyaluran bansos. Padahal, rencana awal proyek ini dijanjikan diberikan kepada perusahaan kecil dan menengah (UMKM).

Disebutkan dalam investigasi Majalah Tempo bahwa nama Sritex muncul setelah mendapat rekomendasi dari anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka.

Sementara itu, duduk sebagai terdakwa dalam persidangan ini adalah Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Mereka didakwa telah menyuap Juliari dengan Rp3,2 miliar guna memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kementerian Sosial.

Belum ada tanggapan dari pihak Sritex terkait pernyataan tersebut.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: