Rabu , Juni 16 2021

Tetap Sepi Sejak Diresmikan Jokowi, Bandara Kertajati Dialihfungsikan Jadi Bengkel Pesawat

Bandara Internasional Kertajati Majalengka sepi dari aktivitas karena tak ada maskapai yang berminat ke sana.

Majalengka (Riaunews.com) – Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 24 Mei 2018 silam, Bandara Internasional Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, masih lengang dan sepi peminat maskapai yang mendaratkan pesawat mereka di sana.

Upaya untuk mengoptimalkan Bandara Internasional itu pun dilakukan pemerintah provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, selain mengangkut penumpang dan kargo, Bandara Internasional Kertajati bakal difungsikan sebagai bengkel pesawat.

“Bandara Kertajati akan difokuskan juga pada MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) sehingga semua pesawat bisa maintenance di sana,” ungkap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai menghadiri Rapat Terbatas bersama Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/3/2021).

Dalam rapat dengan Jokowi, Emil menyampaikan bahwa sudah ada maskapai penerbangan internasional yang berminat membuka MRO di Bandara Internasional Kertajati. Tentunya hal itu menjadi pertimbangan fungsi Bandara Internasional Kertajati di luar mengangkut penumpang dan kargo.

“Juga saya laporkan ke Pak Presiden ada pihak penerbangan internasional di Asia yang juga berminat membuka MRO maskapainya di Kertajati,” ujar Emil.

Menurut Emil, sepinya penumpang yang naik ataupun turun di Bandara Internasional Kertajati lantaran akses jalan belum optimal. Menurut Emil Bandara Kertajati ini bakal optimal berfungsi jika tol Cisumdawu sudah mulai beroperasi.

“Bandara Kertajati ini belum berfungsi optimal karena Tol Cisumdawu belum selesai. Tapi, tadi disampaikan Menteri PUPR bahwa Desember 2021 akan terhubung,” kata Emil.

Sementara itu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menyebutkan, Kemenhub sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) terkait peruntukkan Bandara Internasional Kertajati sebagai bengkel pesawat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kasau untuk memanfaatkan kegiatan MRO di Kertajati, maka kita akan segera bangun dan kembangkan di lahan yang sudah ada secepatnya,” sebut Budi.

“Kedepannya juga untuk pesawat pribadi yang selama ini melakukan perawatannya di luar negeri,” imbuhnya.

Selain itu, Budi menyampaikan, Bandara Internasional Kertajati akan dikonsentrasikan untuk keberangkatan umrah dan haji warga Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah. Hal itu direncanakan sesuai arahan Presiden Jokowi.

“Pak Presiden mengarahkan bahwa nanti paling tidak umroh dan haji semua warga Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian Timur itu kita konsentrasikan di Kertajati,” kata Budi.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: