YRHW Minta SKK Migas Lakukan Investigasi Terhadap Tumpahan Minyak CPI

Oil boom yang dipasang PT CPI agar tumpahan minyak mentah mereka di laut Dumai bisa dilokalisir. CNBC

PEKANBARU (RiauNews.com)-Yayasan Riau Hijau Watch (YRHW) menyoroti tumpahan minyak PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di laut ini Dumai Provinsi Riau baru-baru ini.

Ketua YRHW Tri Yusteng Putra SHut, kawatir kejadian ini akan kembali terulang, untuk itu ia meminta SKK Migas menginventaris peralatan eksploitasi Migas milik PT CPI seperti pipa, vent cock loading line dan lainnya, sehingga saat Pertamina mengambil alih pengelolaan ladang minyak Blok Rokan, tidak ada lagi peralatan yang lapuk yang mengakibatkan kebocoran ataupun resiko ledakan yang dapat membahayakan lingkungan sekitarnya.

“Sebelum serah terima ladang minyak Blok Rokan pada Agustus nanti, PT CPI harus memastikan peralatan yang mereka tinggalkan layak pakai, sehingga tidak ada lagi kasus kebocoran pipa seperti yang terjadi di laut Dumai,” kata Yusteng.

Lanjut mantan aktifis mahasiswa ini jangan sampai peralatan yang tidak layak pakai tersebut nantinya dibebankan penggantiannya kepada PT Pertamina sehingga

“Efeknya Pertamina mengeluarkan biaya yang besar untuk awal produksi nantinya,” ujarnya.

Terkait tumpahan minyak tersebut menurut Yusteng, SKK Migas harus segera melakukan infestigasi apakah ada kelalaian manusia karena tidak melakukan perawatan alat yang digunakan

“Kalau ada unsur kelalaian tentunya harus ada tindakan tegas dari SKK Migas, kami dari Yayasan Riau Hijau Watch berharap SKM Migas bisa menyelesaikan permasalahan limbah PT CPI baik yang sudah kami laporkan atau pun limbah akibat minyak CPI yang tumpah ke laut ini, baik dari segi lingkunganya maupun dari segi ekonomi,” ucapnya.

PT CPI tambah Yusteng harus bertanggung jawab terhadap ekonomi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan karena tumpahan minyak mereka yang mencemari laut Dumai berakibat sulitnya nelayan mencari ikan.

“Ini tentunya harus di perhatikan PT CPI,” Imbuh Yusteng

Pewarta : Edi Gustien

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: