Minggu , Desember 5 2021

Anton Tabah: Yang Sebut PKI Tak Berbahaya, Ia Telah Sesat Pikir

Anton Tabah
Anggota Dewan Pakar ICMI, Anton Tabah.

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Dewan Pakar ICMI, Anton Tabah berpandangan, jika ada tokoh nasional yang menyebut PKI dan faham komunisme tak berbahaya merupakan kesesatan dalam berfikir.

“Siapapun yang anggap PKI atau komunisme tidak berbahaya ia telah sesat pikir,” kata Anton dalam keterangan tertulis, Kamis (1/4/2021).

Menurut Anton, mereka yang sepakat dan menganggap PKI bukan ancaman yang berbahaya bagi NKRI lalu kerap menebar isu intoleran, ekstimis dan radikalis dapat dikatakan orang yng pro dengan komunis.

Disisi lain, menurut Anton, dibalik pembusukan terhadap FPI yang belakangan ini dikaitkan dengan peristiwa bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan dan aksi tindak pidana terorisme diduga kuat dilakukan oleh kelompok anti Islam.

Padahal, pensiunan Jenderal Polisi bintang satu ini mengatakan dalam penyelidikan kasus kejahatan sangat diharamkan berpersepsi

“Harus valid hasil lidik sidik pro yustisia perlu kecermatan extra,” tandas Anton.

Padahal, Anton mengungkap, bahwa FPI justru disukai oleh tokoh-tokoh dari Kristen.

“Mereka bilang FPI baik toleran sangat membantu kalau ada musibah tanpa pandang korban siapa apa agamanya. Contoh ketika gempa tsunami di Poso yang warganya 95 persen kristen, yang berjibaku menolong korban hanya FPI ormas lain tiada,” pungkas Anton.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menyebut bahwa bahaya laten yang kini mengancam Indonesia bukan lagi Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal ini diungkap Said Aqil saat mengisi webinar bertajuk ‘Mencegah Radikalisme dan Terorisme Untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial’ yang ditayangkan kanal YouTube TVNU, Selasa (30/3/2021).

Said Aqil mengatakan, aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Ahad (28/3/2021), menunjukkan bahwa bahaya laten terorisme masih mengancam Indonesia.

“Mohon maaf, saya berani mengatakan bukan PKI bahaya laten kita, tapi radikalisme dan terorisme yang selalu mengancam kita ini,” kata Said Aqil dilansir ANTARA.

Pada kesempatan ini, Said Aqil juga menuding aliran Wahabi dan Salafi sebagai satu di antara pintu masuk terorisme di Indonesia.

“Kalau kita benar-benar sepakat, satu barisan ingin menghadapi, menghabiskan atau menghabisi jaringan terorisme dan radikalisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuk yang harus kita habisin. Apa? Wahabi. Ajaran Wahabi itu pintu masuk terorisme,” kata Said Aqil.

Said Aqil menegaskan, aliran Wahabi memang bukan terorisme. Namun, menurut dia, menjadi pintu masuk terorisme karena dianggap ajaran ekstrim.

“Wahabi bukan terorisme tapi pintu masuk. Kalau sudah Wahabi ini musyrik, ini musyrik, ini bid’ah, ini gak boleh, ini sesat, ini dholal, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi, sudah halal darahnya boleh dibunuh. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan Salafi adalah ajaran ekstrim,” tutur Said Aqil.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: