Selasa , Juni 15 2021

Bicara soal TMII, Moeldoko Mengaku Diperintah Jokowi

Teater Keong Mas, salah satu bangunan yang menjadi ikon Taman Mini Indonesia Indah.

Jakarta (Riaunews.com) – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjelaskan mengenai proses pengambilalihan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dari Yayasan Harapan Kita.

“Saya dapat perintah dari Pak Jokowi untuk menyampaikan berkaitan dengan TMII agar tidak simpang siur,” kata Moeldoko dalam Konferensi Pers, Jumat (9/4/2021).

Moeldoko mengatakan TMII selalu mencatatkan kerugian mencapai Rp40 miliar-Rp50 miliar per tahun selama ini. Hal ini menjadi salah satu faktor pengelolaan TMII diambil alih dari Yayasan Harapan Kita.

“Dan pastinya tidak berkontribusi pada negara,” ujarnya.

Menurut Moeldoko, pemerintah menggandeng Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan penilaian terhadap TMII.

“Ada hal yang direkomendasikan. Pertama perlu dikelola swasta, kedua kerja sama pemerintah, dan ketiga dalam bentuk Badan Layanan Umum (BLU),” katanya.

Dari berbagai pertimbangan itu, kata Moeldoko, pemerintah memutuskan pengelolaan TMII diambil alih Kementerian Sekretaris Negara (Setneg). Ada tim transisi yang menyiapkan pengelolaan TMII ke depan.

“Perbaikan itu saat ini sudah disiapkan tim transisi. Tiga bulan untuk siapkan ke depannya dikelola seperti apa,” jelas Moeldoko.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 yang menyatakan pengelolaan TMII diambil alih oleh pemerintah dari Yayasan Harapan Kita.

Dalam ketentuannya, Setneg memberikan waktu masa transisi selama kurang lebih tiga bulan kepada pihak Yayasan Harapan Kita untuk menyerahkan berbagai laporan terkait pengelolaan TMII selama ini.

Mensesneg Pratikno yang mengungkap penerbitan Perpres 19/2021. Menurut Pratikno, pengelolaan TMII bisa dilakukan oleh BUMN bidang pariwisata.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: