Selasa , Agustus 3 2021

BPOM Dituding Berpolitik karena Undang Tokoh untuk Beri Dukungan

Emanuel Melkiades Laka Lena
Anggota DPR RI Fraksi GOlkar Emanuel Melkiades Laka Lena.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR Emanuel Melkiades Laka Lena menuding Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bermain politik.

“Hari ini kami tahu bahwa ada gerakan yang disponsori juga mungkin oleh Badan POM, yang kemudian dalam gerakan tersebut ingin mengumpulkan tokoh bangsa mendukung Badan POM. Jadi Badan POM sekarang sudah main politik, lho,” kata Melki dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu (17/4/2021).

Sejumlah tokoh nasional, mulai dari ulama Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus, putri Gus Dur Anita Wahid, mantan Direktur Utama RSCM Akmal Taher, cendekiawan muslim Azyumardi Azra hingga ekonom senior Emil Salim akan memberikan pernyataan dukungan kepada Badan POM, pada Sabtu, pukul 14.00 WIB.

Melki mengaku tahu siapa tokoh di balik gerakan tersebut. Ia mengatakan ada informasi Badan POM sebagai lembaga independen mengumpulkan para tokoh tersebut untuk menyatakan “Save Badan POM” dan “Save Kepala Badan POM”.

“Jadi sekarang BPOM main-main politik juga. Jadi mereka bilang kita berpolitik, mereka yang main-main politik. DPR RI itu lembaga politik,” ujarnya.

Diberitakan Tempo, Melki menuturkan komunikasi BPOM dengan peneliti vaksin Nusantara tidak harmonis sejak penelitian di RS Kariadi, Semarang.

“Kesan saya antara peneliti dan Badan POM ini hubungannya tidak harmonis komunikasinya,” katanya.

Melki mengatakan, menurut peneliti, informasi dan data yang diminta BPOM telah diberikan. Namun, menurut BPOM, data tersebut belum sesuai yang diharapkan dan memenuhi yang direkomendasikan.

“Saat itu, kami minta agar data yang diminta Badan POM segera disahkan. Kami jadi saksi,” ujarnya.

Karena adanya ketidakharmonisan itu, Melki meminta agar pembicaraan lebih lanjut terkait pengembangan vaksin Nusantara dilanjutkan di Komisi Kesehatan DPR.

Diskusi di DPR pun terealisasi pada 10 Maret 2021 dengan mengundang pihak BPOM, para peneliti vaksin Nusantara yang terlibat termasuk dari Amerika Serikat, dan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto selaku inisiator. DPR juga mengundang dua ahli, yaitu Kepala Lembaga Eijkman Amin Subandrio dan Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin, Prof Dr Chairul Anwar Nidom.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: