Jumat , Juli 30 2021

Buzzer Sebar Rekaman Munarman Check In Hotel, Rocky Gerung: Moralitasnya Mau Dijegal

Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman.

Jakarta (Riaunews.com) – Pengamat politik Rocky Gerung mengomentari video viral Eks Sekretaris FPI Munarman check in hotel bersama seorang wanita bernama Lily Sofia, yang kemudian diketahui sebagai istri keduanya.

Rocky Gerung mengatakan peredaran video tersebut melanggar privasi dan terkesan ada pihak yang sengaja berencana menjegal moralitas Munarman.

Pernyataan itu disampaikan oleh Rocky Gerung dalam video berjudul “KESALAHAN MUNARMAN MASIH DICARI-CARI” yang disiarkan melalui kanal YouTube miliknya, Jumat (30/4/2021).

Rocky Gerung menganggap video tersebut merupakan sebuah langkah untuk membunuh karakter Munarman yang baru-baru ini ditangkap Densus 88 Antiteror.

“Begitu Munarman ditangkap alasan teroris, lalu disodorkan sesuatu yang dianggap tindakan tidak bermoral karena check in hotel dan kita gak tahu hal itu siapa yang bikin,” kata Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, hal itu melanggar privasi sehingga pihak hotel yang bersangkutan juga harus dipersoalkan.

Terlebih lagi apabila hotel tersebut tidak memiliki maksud tertentu, seperti perintah hakim yang tengah melakukan penyidikan.

“Kenapa membocorkan CCTV dengan alasan tidak ada. Kecuali ada perintah hakim membongkar ke mana aja Munarman selama dalam proses hukum segala macam,” ujarnya.

Video Munarman check in hotel bersama Lily Sofia tersebut diduga merupakan rekaman lama yang dihebohkan kembali.

Menyoroti hal itu, Rocky Gerung menyinggung adanya tindakan tidak etis, pelanggaran privasi, dan upaya memojokkan Munarman.

“Apalagi kalau itu video lama. Itu gak etis betul dan melanggar privasi. Terlihat bahwa kekuasaan memang menyusun rencana yang ingin memojokkan Munarman, menjegal moralitasnya biar setara Habib Rizieq Shihab,” ungkapnya.

Menurut Rocky Gerung, perlakuan terhadap Munarman ada kemiripan dengan Habib Rizie Shihab apabila dilihat dari berbagai aspek.

“Jadi agendanya sama, bahasanya sama, pengintai sama, buzzer sama. Ini yang bekerja intelijen atau buzzer yang bekerja. Kadang-kadang intelijen jadi buzzer, buzzer jadi intelijen,” tandas Rocky Gerung.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: