Minggu , Juni 20 2021

Ditpolair Turunkan Tim Bantu Evakuasi Korban Banjir Pekanbaru

Direktorat Polair Polda Riau kerahkan tim membantu warga Pekanbaru yang terdampak banjir.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Banjir yang diakibatkan intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis (22/4/2021), berdampak pada tergenangnya ratusan rumah warga Pekanbaru.

Menurut data pihak terkait, beberapa ruas jalan juga mengalami banjir diantaranya Jalan HR Subrantas, Simpang Tabek Gadang arah Pasar Pagi Arengka dengan tinggi air lebih kurang 20 sentimeter.

Lalu, Jalan HR Subrantas depan RS Awal Bros jalur kiri dan kanan, dengan tinggi air lebih kurang 30 sentimeter. Selanjutnya Jalan Suka Karya dekat jembatan, dengan tinggi air lebih kurang 40 sentimeter.

Kemudian jalan HR Subrantas, depan Ramayana Robinson, dengan tinggi air lebih kurang 20 sentimeter, dan depan Kantor Lurah Simpang Baru, dengan tinggi air lebih kurang 20 sentimeter, simpang Jalan Delima, dengan tinggi air lebih kurang 30 sentimeter.

Menyikapi banjir dadakan ini, Polisi pun langsung bergerak cepat. Dimana sejumlah Polsek di Pekanbaru yang wilayahnya terdapat area banjir, juga turut bahu membahu menolong warga yang mengungsi serta mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari terjangan banjir.

Selain itu, tim dari Direktorat Polair Polda Riau juga dikerahkan membantu warga yang terdampak. Dengan menurunkan dua unit perahu karet diangkut dari markas Polair menuju titik banjir yang sulit diakses.

Melengkapi bantuan perahu ini, juga turut diturunkan sebanyak 17 personel yang telah dilengkapi pelatihan SAR dan diterjunkan atas perintah Direktur Polair Polda Riau Kombes Eko Irianto.

“Setelah mendapat laporan situasi banjir dan langsung mengambil langkah cepat berupa bantuan SAR terhadap korban. Tim Ditpolairud ambil bagian di lokasi banjir daerah Jalan Pesantren/Parit Indah ujung,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto, Kamis malam.

Setelah diterjunkan, 17 personel yang dibekali dua perahu karet langsung menyisir setiap pemukiman warga yang terendam air. Penyisiran dilakukan untuk memastikan tidak ada korban jiwa, sekaligus dalam upaya evakuasi terhadap warga yang tak sempat meninggalkan lokasi banjir tersebut.

“Tim SAR Ditpolairud Polda Riau melakukan penyisiran dan mengevakuasi masyarakat yang terdampak di lokasi banjir. Yang pertama kita prioritaskan orang tua, wanita dan anak-anak. Semua berjalan lancar,” kata Sunarto.

Adapun banjir cukup parah terjadi di Kelurahan Tangkerang Labuai. Bahkan di dua lokasi lainnya, antara lain Perumahan Mande Villa dan Graha Fauzan Asri, ada ratusan rumah warga terendam banjir. Polisi dan TNI serta stake holder lainnya berjibaku mengungsikan warga serta menyelamatkan barang-barang.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: