Selasa , Mei 18 2021

Kampus Disebut Sebagai Tempat Baiat ISIS, Ini Klarifikasi Pihak Rektorat UIN Jakarta

Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Arief Subhan mengakui bahwa salah satu tempat di kampusnya pernah digunakan sebagai lokasi baiat kelompok teroris ISIS pada 2014. Namun, Arief menyebut kejadian itu di luar kegiatan mahasiswa dan tanpa seizin kampus.

Pernyataan Arief merespons penuturan pihak kepolisian yang menyebut bahwa eks Sekretaris Umum FPI, Munarman terlibat dalam kegiatan terorisme di UIN Jakarta.

“Peristiwa itu sendiri sebagai sebuah berita di media itu sudah lama. Jadi itu kan kejadian kalau dimuat di media tahun 2014, ya,” kata dia, Rabu (28/4/2021).

Arief menjelaskan kegiatan baiat tersebut digelar di aula Syahida Inn, yang notabene merupakan tempat komersial dan bisa digunakan oleh siapa pun di luar kegiatan mahasiswa, termasuk pernikahan.

Meski demikian, Arief mengatakan bahwa setelah kegiatan itu pihaknya memastikan tak ada kejadian serupa. Menurut Arief, UIN Jakarta telah bekerja keras untuk membina mahasiswa agar tak terlibat atau memiliki paham ekstremisme yang bertentangan dengan negara.

“Setelah itu kan kita, ada penguatan moderasi beragama yang intensif yang dilakukan di kampus, melalui PBAK [orientasi kampus], melalui psikolog moderasi beragama dan masih banyak lagi,” katanya.

Arief mengatakan pihaknya secara tegas melarang mahasiswa ikut atau justru menggelar kegiatan yang berbau ekstremisme di kampus. Pihaknya selama ini bertanggung jawab terhadap semua kegiatan mahasiswa di kampus, dan ia menjamin tak ada kegiatan tersebut di kampus.

Menurut Arief, UIN Jakarta telah menyiapkan sanksi tegas bagi mahasiswanya yang terlibat kegiatan ekstremisme. Sebab, menurutnya, hal itu jelas telah melanggar kode etik mahasiswa.

“Itu melanggar kode etik kemahasiswaan. Ya kalau sanksinya kan diambil, secara ini. Tapi sejauh ini enggak ada. Ya, bisa drop out,” katanya.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan sebelumnya mengatakan bahwa penangkapan Munarman sebagai tersangka teroris terkait kegiatan teroris di beberapa kota dan tempat.

“Jadi (penangkapan) terkait dengan kasus baiat di UIN Jakarta, kemudian juga kasus baiat di Makassar dan ikuti baiat di Medan,” kata dia.***

Sumber: CNN Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: